DPRK Mimika Dukung Pembangunan PAUD Mimika dan TK di Seluruh Wilayah, Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika memberikan dukungan penuh untuk Pembangunan PAUD Mimika dan Taman Kanak-Kanak (TK) di seluruh wilayah, sebagai langkah krusial mewujudkan program wajib belajar 13 tahun. Simak detail prioritas dan tantangann

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPRK Mimika Dukung Pembangunan PAUD Mimika dan TK di Seluruh Wilayah, Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika memberikan dukungan penuh untuk Pembangunan PAUD Mimika dan Taman Kanak-Kanak (TK) di seluruh wilayah, sebagai langkah krusial mewujudkan program wajib belajar 13 tahun. Simak detail prioritas dan tantangann (AntaraNews)

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Papua Tengah, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah daerah dalam membangun gedung sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di seluruh wilayah Mimika. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari upaya menyukseskan program wajib belajar 13 tahun yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat. Program wajib belajar 13 tahun ini mencakup pendidikan prasekolah (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mulai berlaku pada tahun ajaran 2025/2026.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan usia dini ini sangat vital untuk membentuk fondasi pendidikan yang kuat bagi generasi mendatang. Ia menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan sejak usia dini, khususnya di daerah-daerah terpencil. Dukungan terhadap Pembangunan PAUD Mimika ini diharapkan dapat menjangkau seluruh anak di Mimika.

Pemerintah Kabupaten Mimika, melalui Bupati Johannes Rettob, berkomitmen untuk merealisasikan pembangunan gedung PAUD/TK di wilayah pesisir dan pegunungan Mimika pada periode 2026 hingga 2027. Inisiatif ini selaras dengan visi nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Program wajib belajar 13 tahun diharapkan dapat mengatasi angka anak tidak sekolah yang masih tinggi di beberapa wilayah.

Prioritas Pembangunan PAUD Mimika dan Perhatian Pemerintah

Primus Natikapereyau menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Pembangunan PAUD Mimika dan TK, prioritas utama harus diberikan kepada kampung-kampung yang belum memiliki fasilitas tersebut. Hal ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan di seluruh pelosok Mimika. Namun, jika suatu kampung sudah memiliki PAUD/TK yang dibangun oleh pihak swasta, pemerintah tidak perlu membangun fasilitas baru.

Meski demikian, pemerintah tetap wajib memberikan perhatian yang setara tanpa membeda-bedakan antara sekolah negeri maupun swasta. Perhatian ini mencakup dukungan operasional dan standar kualitas pendidikan. Kebijakan ini diharapkan menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan merata.

Pentingnya PAUD sebagai fondasi pendidikan telah diakui secara nasional, dengan beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengikuti PAUD memiliki keberlanjutan belajar yang lebih baik. Oleh karena itu, dukungan DPRK Mimika terhadap Pembangunan PAUD Mimika ini menjadi krusial untuk masa depan pendidikan di wilayah tersebut. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam menjadikan PAUD sebagai fokus utama pembangunan negara.

Tantangan Ketersediaan Sarana dan Tenaga Pendidik

Selain pembangunan fisik gedung sekolah, Primus Natikapereyau juga menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana penunjang belajar yang memadai. Ketersediaan fasilitas seperti buku, alat peraga, dan lingkungan belajar yang kondusif sangat dibutuhkan. Ia juga menekankan kebutuhan akan tenaga pendidik yang berkualitas dan mencukupi untuk ditempatkan di sekolah-sekolah baru tersebut.

Menurut Primus, semangat untuk membangun gedung tidak boleh mengabaikan aspek penting lainnya. Tanpa fasilitas dan tenaga pengajar yang memadai, upaya pembangunan akan menjadi mubazir. Oleh karena itu, perencanaan yang komprehensif diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas pendidikan.

Ketersediaan guru PAUD yang kompeten menjadi kunci dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak usia dini. Pelatihan dan pengembangan profesional bagi para tenaga pendidik harus menjadi bagian dari strategi Pembangunan PAUD Mimika. Hal ini akan memastikan bahwa investasi dalam infrastruktur diimbangi dengan investasi pada kualitas pengajaran.

Komitmen Bupati Mimika dan Kondisi Wilayah

Bupati Mimika, Johannes Rettob, telah menyatakan komitmennya untuk membangun gedung sekolah PAUD/TK di wilayah pesisir dan pegunungan Mimika. Pembangunan ini dijadwalkan pada tahun 2026 hingga 2027. Komitmen ini merupakan respons terhadap kondisi aktual di lapangan, di mana masih banyak kampung yang belum memiliki akses ke pendidikan usia dini.

Beberapa distrik di Mimika masih menghadapi tantangan signifikan dalam penyediaan PAUD/TK. Misalnya, Distrik Mimika Barat Jauh memiliki lima kampung namun hanya satu sekolah PAUD/TK di Kampung Potowaiburu. Distrik Mimika Barat Tengah dengan sembilan kampung sama sekali belum memiliki sekolah PAUD/TK. Sementara itu, Distrik Amar yang terdiri dari enam kampung hanya memiliki dua sekolah PAUD/TK, yaitu di Kampung Amar dan Kampung Ipaya.

Kondisi serupa juga terjadi di Distrik Mimika Barat, yang memiliki tujuh kampung namun hanya dua sekolah PAUD/TK di Kampung Kokonao. Distrik Mimika Barat Tengah dengan lima kampung hanya memiliki satu sekolah PAUD/TK di Kampung Atuka. Distrik Mimika Timur Jauh, dengan lima kampung, juga hanya memiliki satu sekolah PAUD/TK. Distrik Agimuga memiliki delapan kampung dengan hanya satu sekolah PAUD/TK, dan Distrik Jita dengan sepuluh kampung belum memiliki sekolah PAUD/TK sama sekali.

Di wilayah pegunungan Mimika, seperti Distrik Tembagapura, Distrik Hoya, Distrik Jila, dan Distrik Alama, rata-rata juga belum memiliki sekolah PAUD/TK. Data ini menunjukkan urgensi Pembangunan PAUD Mimika untuk mencapai pemerataan pendidikan di seluruh kabupaten.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi