Bahlil: Kampus Tidak Jamin Kualitas dan Karir Politik Seseorang, Termasuk Saya
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menilai, latar belakang perguruan tinggi seseorang tidak menjamin keberhasilan di dunia politik.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menilai, latar belakang perguruan tinggi seseorang tidak menjamin keberhasilan di dunia politik. Menurutnya, integritas dan kontribusi nyata terhadap bangsa jauh lebih penting ketimbang gelar akademik.
Bahlil mencontohkan dua tokoh Golkar yang pernah menjabat sebagai Gubernur Lemhannas, yakni Prof. Muladi dan Ace Hasan Syadzily.
"Yang saya hormati Pak Gubernur Lemhannas, Pak Ace. Kita berikan applause Pak Ace. Dalam sejarah Pak Agung di Lemhannas itu kader Golkar yang menjadi Gubernur Lemhannas dua orang ya. Satu Prof Muladi, satu Pak Ace," kata Bahlil di Muspimnas III Kosgoro 1957, Hotel Sultan, Jakarta, Rabu malam (7/5).
Bahlil membandingkan perjalanan karier akademik kedua orang itu yang tidak serta-merta menentukan posisi strategis di pemerintahan maupun politik nasional.
"Kalau Pak Muladi Jaksa Agung dulu, profesor dulu, berproses panjang di Golkar baru jadi Gubernur Lemhannas. Kalau Pak Ace, enggak perlu profesor, langsung Gubernur," ujar Bahlil.
Contohkan Gubernur Lemhannas
Dia menyoroti latar belakang pendidikan Ace yang merupakan UIN Jakarta namun mampu menempati posisi strategis nasional. Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa kampus tidak menjamin kualitas dan karir politik seseorang.
"Pak Ace cukup tamatan UIN Ciputat. Jadi Pak Ace, kampus tidak menjamin kualitas dan karir politik seseorang, maksudnya termasuk saya," tandasnya.