Beli Minyak Mentah dari Rusia, Bahlil: Indonesia Kedepankan Ekonomi Bebas Aktif
Dia menekankan bahwa Indonesia menerapkan politik bebas aktif, termasuk di sektor ekonomi.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia siap membeli minyak mentah dari Rusia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Meski begitu, Indonesia tetap bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya, sebab kebutuhan minyak mentah nasional mencapai 300 juta barel per tahun.
"Apakah dengan kita membeli crude dari Rusia kemudian bagaimana perjanjian kita dengan negara lain termasuk dengan Amerika? Saya katakan bahwa kebutuhan crude kita setiap tahun itu kurang lebih sekitar 300 juta barel," kata Bahlil dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (16/4).
"Jadi semuanya kita ambil mana yang menguntungkan untuk negara kita harus kita lakukan," sambungnya.
Dia menekankan bahwa Indonesia menerapkan politik bebas aktif, termasuk di sektor ekonomi. Sehingga, kata Bahlil, Indonesia dapat belanja dan menjalin kerja sama dengan negara sahabat selagi mengikuti perjanjian dan menguntungkan negara.
"Yang jelas pemerintah Indonesia selalu mengedepankan politik bebas aktif dan dalam politik bebas aktif itu juga ada ekonomi bebas aktif. Jadi kita boleh belanja di mana saja selama kita komitmen dengan orang-orang atau negara-negara yang telah kita melakukan ajak kerja sama," tutur dia.
"Termasuk Rusia kemudian Afrika, Nigeria dan lebih khusus yang kita hargai juga adalah termasuk dengan perjanjian kita dengan Amerika," imbuh Bahlil.
Konsumsi BBM Indonesia dan Kebutuhan Impor
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Dia menuturkan bahwa konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara lifting minyak Indonesia hanya 600.000 barel per hari. Sehingga, Indonesia harus impor minyak 1 juta barel per hari.
Untuk itu, Bahlil menekankan pentingnya kerja sama energi tersebut. Terlebih, kondisi dunia penuh ketidakpastiaan karena eskalasi konflik yang meningkat di Timur Tengah.
"Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber, tidak hanya dari satu negara tapi di hampir semua negara," jelas Bahlil, Kamis.
Rusia Siap Bangun Infrastruktur
Selain itu, kata Bahlil, Rusia juga siap membangun beberapa infrastruktur penting untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi Indonesia. Dia juga menyebut Rusia siap mendukung kebutuhan LPG Indonesia.
"Kita tahu bahwa LPG kita kurang lebih sekitar 7 juta ton setiap tahun kita impor dan sekarang kita lakukan diversifikasi dan Insya Allah kita juga akan mendapat support," ujarnya.