YKAN Gelar Lokakarya Konservasi dan Pemberdayaan di Teon Nila Serua Maluku Tengah
Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menggelar serangkaian lokakarya lingkungan hidup di Teon Nila Serua, Maluku Tengah, untuk mendukung konservasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan keamanan pangan lokal.
Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menyelenggarakan serangkaian lokakarya lingkungan hidup yang berfokus pada masyarakat Teon Nila Serua (TNS) di Maluku Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Festival Kor'a Inasua yang berlangsung di Lapangan Kecamatan TNS, Waipia, Maluku Tengah, pada tanggal 10-11 April 2026. Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dalam berbagai aspek penting.
Lokakarya yang diselenggarakan meliputi sesi literasi keuangan, pembahasan mendalam tentang Kawasan Konservasi Perairan, serta presentasi edukatif dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Ambon. Inisiatif ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan bagi masyarakat TNS. Fokus utama adalah pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi.
Melalui pendekatan komprehensif ini, YKAN berupaya mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya melalui produk unggulan daerah. Inasua, fermentasi ikan khas Teon Nila Serua, menjadi salah satu fokus utama dalam upaya menjaga kearifan lokal dan mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi komunitas.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Literasi Keuangan
YKAN secara khusus menargetkan kelompok perempuan di Teon Nila Serua yang baru saja dibentuk untuk mengikuti lokakarya literasi keuangan. Sebanyak 60 peserta mendapatkan pelatihan dasar mengenai pengelolaan keuangan kelompok usaha. Pembekalan ini sangat penting sebagai modal awal bagi mereka untuk memulai dan mengembangkan kegiatan wirausaha di masa mendatang.
Indah Syahidah Fitroh, Community and Product Development Consultant YKAN, menjelaskan bahwa olahan dari inasua, produk fermentasi ikan dengan garam khas TNS, memiliki potensi besar sebagai peluang usaha bagi kelompok perempuan. Rangkaian kegiatan ini bahkan mencakup lomba kreasi inasua, yang diharapkan dapat menghasilkan produk inovatif. Produk-produk tersebut nantinya bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi usaha berkelanjutan oleh para ibu di TNS.
Pentingnya Kawasan Konservasi Perairan bagi Masyarakat
Dalam lokakarya tentang Kawasan Konservasi Perairan, para perempuan Teon Nila Serua juga mendapatkan pelatihan dasar mengenai konservasi ekosistem pesisir. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman tentang rantai siklus hidup berbagai jenis ikan yang ada di perairan TNS. Pengetahuan ini krusial untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Manajer Kawasan Konservasi Perairan YKAN, Irwanto, menekankan pentingnya keterlibatan ibu-ibu sebagai peserta dalam pelatihan ini. Menurutnya, para ibu memiliki peran strategis dalam menyampaikan dan menyambungkan informasi terkait pentingnya kawasan konservasi kepada anak-anak mereka. Peran ini menjadikan mereka garda terdepan dalam edukasi konservasi di tingkat keluarga.
Menjamin Keamanan Pangan Produk Lokal Inasua
Masyarakat Teon Nila Serua juga mendapatkan materi penting mengenai keamanan pangan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Ambon. Sesi ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk lokal warisan budaya seperti inasua dapat diedarkan secara luas dengan standar keamanan yang terjamin. Jaminan keamanan pangan adalah kunci untuk ekspansi pasar.
Kepala Balai POM Ambon, Tamran Ismail, menyatakan kehadiran pihaknya adalah untuk mendampingi masyarakat agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi. Harapannya, inasua tidak hanya dikonsumsi oleh warga TNS. Namun, produk ini juga bisa 'go global' dan mencapai pasar ekspor dengan kualitas yang terjamin.
Inasua: Solusi Konservasi dan Ketahanan Pangan
Muhammad Ilman, Direktur Program Kelautan YKAN, menyoroti keunikan inasua sebagai produk perikanan yang mampu memperpanjang masa penyimpanan ikan. Kemampuan ini secara otomatis memberikan nilai tambah signifikan pada produk tersebut. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengambil ikan dalam jumlah berlebihan hanya untuk mendapatkan nilai ekonomi.
Ilman menambahkan bahwa peningkatan nilai ekonomi produk merupakan salah satu langkah awal yang efektif untuk memulai konservasi. Dengan nilai tambah yang tinggi, volume tangkapan ikan tidak perlu terlalu banyak, sehingga menjaga kelestarian sumber daya laut. Festival Kor'a Inasua sendiri bertujuan untuk menjaga kelestarian olahan pangan tradisional yang telah berakar ratusan tahun. Inasua merupakan bentuk kearifan lokal yang esensial dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Sumber: AntaraNews