WNA China Jadi Korban Dugaan Pemerkosaan di Bali
Seorang WNA asal China diduga menjadi korban pemerkosaan di Bali. Polisi masih menyelidiki kasus dan memburu pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Seorang perempuan warga negara asing (WNA) asal China berinisial FU (22) diduga menjadi korban tindak pidana kekerasan seksual di wilayah Bali.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut. Laporan tercatat dengan nomor LP/B/264/III/2026/SPKT/Polda Bali tertanggal 24 Maret 2026.
"Dugaan tindak pidana perkosaan dan atau pelecehan seksual fisik dan atau pencurian," kata Kombes Ariasandy saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula pada Senin (23/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA, ketika korban bersama rekannya berinisial AIK, WNA asal Kazakhstan, mengunjungi sebuah bar di kawasan Jalan Labuan Sait.
Sekitar pukul 04.00 WITA, rekan korban lebih dulu meninggalkan lokasi. Tak lama kemudian, korban juga keluar dari tempat tersebut. Dalam kondisi yang tidak sepenuhnya diingat, korban mendapati dirinya sudah berada di atas sepeda motor yang dikendarai seorang pria tak dikenal.
Korban menyadari arah perjalanan tidak menuju tempat ia menginap di kawasan Berawa, Kuta Utara. Kendaraan kemudian berhenti di area yang relatif sepi. Korban sempat menolak ajakan pelaku.
Pelaku kemudian mengarahkan korban ke area rerumputan di pinggir jalan. Korban berusaha menolak, namun pelaku tetap memaksa hingga terjadi dugaan pemerkosaan.
Pelaku Bawa HP Korban
Usai kejadian, korban meminta diantar kembali ke tempat menginap. Dalam perjalanan, pelaku meminta ponsel korban dengan alasan untuk navigasi.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 06.00 WITA, korban memberikan sejumlah uang kepada pelaku agar segera pergi. Namun setelah masuk ke area penginapan, korban menyadari ponselnya masih dibawa pelaku.
Korban sempat berusaha mengejar, tetapi pelaku sudah tidak berada di lokasi. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma dan kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
"Perkembangan nanti kita infokan," ujar Ariasandy.