Waspada! BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Sulawesi Utara Berlanjut Hingga Minggu, Ini Wilayah Terdampak
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca ekstrem Sulawesi Utara akan berlanjut hingga Minggu, 21 September. Ketahui daerah mana saja yang perlu waspada terhadap hujan lebat dan angin kencang!
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Utara. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung selama satu minggu penuh, dimulai sejak Senin, 15 September, dan berlanjut hingga Minggu, 21 September 2025. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan oleh fenomena cuaca ini.
Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Astrid Y Lasut, menegaskan bahwa potensi cuaca ekstrem tersebut meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan ini juga dapat disertai dengan kilat atau petir serta angin kencang yang berpotensi menimbulkan kerusakan. Selain itu, peningkatan akumulasi curah hujan harian juga menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang.
Menurut Astrid, kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya belokan angin yang signifikan, yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulawesi Utara. Selain itu, labilitas lokal yang kuat juga turut mendukung pembentukan awan-awan hujan di beberapa area. Faktor-faktor meteorologis ini menjadi pemicu utama dari prakiraan cuaca ekstrem yang akan melanda daerah tersebut.
Prakiraan Cuaca Ekstrem Harian di Sulawesi Utara
Prakiraan BMKG menunjukkan bahwa pada tanggal 15 September 2025, cuaca ekstrem berpotensi melanda Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Wilayah-wilayah ini diidentifikasi sebagai daerah dengan risiko tinggi pada awal periode peringatan.
Selanjutnya, pada tanggal 16 hingga 17 September 2025, potensi cuaca ekstrem serupa diperkirakan akan meluas ke beberapa wilayah tambahan. Daerah yang berpeluang terdampak adalah Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Memasuki tanggal 18 September 2025, potensi cuaca ekstrem akan sedikit bergeser namun tetap signifikan. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Pada tanggal 19 September 2025, fokus potensi cuaca ekstrem akan lebih terkonsentrasi di beberapa kabupaten. Daerah yang diprediksi terdampak adalah Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Masyarakat di wilayah ini diimbau untuk tetap siaga.
Kemudian, pada tanggal 20 September 2025, hujan sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi di Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Peringatan ini penting untuk aktivitas luar ruangan.
Terakhir, pada penutup periode peringatan, yaitu tanggal 21 September 2025, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi terbaru dari BMKG.
Imbauan Kewaspadaan dan Mitigasi Dampak
Masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Utara diimbau untuk selalu waspada dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang dapat terjadi akibat hujan lebat dan angin kencang. Penting untuk memastikan saluran air tidak tersumbat dan menghindari daerah rawan longsor.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini. Kesiapsiagaan dini dan penyebaran informasi yang akurat kepada masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak negatif. BMKG akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca secara berkala.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, diminta untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Peningkatan gelombang laut juga dapat terjadi sebagai dampak dari angin kencang yang menyertai cuaca ekstrem ini. Keselamatan adalah prioritas utama dalam menghadapi situasi ini.
Sumber: AntaraNews