Waspada! Beredar Pupuk Palsu bikin Petani Merugi, Ini Cara Membedakannya dengan yang Asli
Pabrik pupuk palsu di Boyolali mampu memproduksi antara 260 hingga 400 ton setiap bulannya.
Petani di wilayah Boyolali kini harus waspada memilih pupuk yang digunakan di lahan persawahan dan perkebunan mereka.
Baru-baru ini, polisi menggerebek pabrik pupuk palsu yang beroperasi di Kabupaten Boyolali.
Direskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol. Arif Budiman, menjelaskan pabrik pupuk palsu tersebut memiliki kapasitas produksi antara 260 hingga 400 ton per bulan. Kasus ini terungkap setelah petani melapor.
"Penyidik kemudian menelusuri asal pupuk yang diketahui tersimpan dalam sebuah gudang di Kabupaten Karanganyar," ungkapnya.
Dari hasil penelusuran tersebut, penyidik menemukan pabrik yang memproduksi pupuk di wilayah Kabupaten Boyolali. Ada tujuh jenis pupuk produksi CV S ECP yang telah diuji di Laboratorium Standar Instrumen Pertanian Jawa Tengah.
"Dari hasil pengecekan laboratorium diketahui kandungan di dalam pupuk yang diproduksi tersebut tidak sesuai dengan komposisi di kemasannya," tambahnya.
Dia mencontohkan, salah satu merek pupuk bernama Enviro ternyata memiliki kandungan Nitrogen, Fosfor, dan Kalium di bawah 1 persen. Hal ini sangat kontras dengan komposisi yang tertera di label kemasan yang seharusnya di atas 10 persen.
Direktur jadi Tersangka
Setelah melakukan penggerebekan dan penyelidikan, polisi menetapkan TS, selaku Direktur CV S CP, sebagai tersangka. Arif menjelaskan bahwa CV S ECP sebenarnya memiliki perizinan lengkap serta sudah mengantongi SNI, namun produk pupuk palsu tersebut telah beredar luas di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atas tindakannya.
Beda Pupuk Asli dan Palsu
Lalu bagaimana cara membedakan pupuk asli dan palsu:
Ada beberapa indikator yang bisa dipakai untuk melihat apakah pupuk yang digunakan untuk tanaman kita asli atau palsu. Yakni:
- Aroma: Pupuk asli umumnya memiliki aroma khas, namun tidak menyengat atau aneh. Sementara pupuk palsu cenderung berbau lebih tajam, menyengat, atau memiliki aroma yang tidak biasa. Urea asli, misalnya, memiliki bau menyengat yang khas.
- Warna: Pupuk asli biasanya memiliki warna yang cerah dan merata. Pupuk palsu warnanya cenderung kusam, tidak merata, atau bahkan terlihat berbeda antara bagian luar dan dalam butiran.
- Tekstur: Pupuk asli biasanya memiliki tekstur yang seragam dan sesuai dengan jenis pupuknya. Pupuk palsu mungkin memiliki tekstur yang kasar, berpasir, atau tidak konsisten.
- Kelarutan dalam air: Pupuk asli umumnya lebih tahan lama di dalam air, sementara pupuk palsu cenderung lebih cepat larut.