Wali Kota Mojokerto Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Era Disrupsi Digital dan Peluang Ekonomi Kreatif
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerukan Generasi Muda Adaptif terhadap perubahan teknologi dan disrupsi digital, membuka peluang besar di sektor ekonomi kreatif.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengajak generasi muda untuk lebih adaptif dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi informasi. Ajakan ini disampaikan dalam acara Educatopia Expo 2026 yang berlangsung di Atrium Sunrise Mall, pada Jumat ini.
Ning Ita, sapaan akrabnya, menyoroti bahwa era disrupsi digital menuntut sumber daya manusia yang fleksibel dan mampu beradaptasi dengan cepat. Tanpa kemampuan ini, generasi muda berisiko tertinggal dalam persaingan global yang semakin ketat.
Pemerintah melihat kondisi ini sebagai tantangan sekaligus peluang besar, terutama di sektor ekonomi kreatif. Sektor ini dianggap relevan dengan karakter generasi muda dan berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
Pentingnya Adaptasi di Era Disrupsi Digital
Perkembangan teknologi informasi saat ini bergerak sangat cepat, menciptakan disrupsi di berbagai lini kehidupan. Wali Kota Ika Puspitasari menegaskan bahwa perubahan ini berlangsung begitu disruptif.
Jika generasi muda tidak mampu mengikuti laju perubahan ini, mereka akan berpotensi tertinggal jauh dalam persaingan. "Ibaratnya kita berkedip sebentar saja, perubahan sudah terjadi. Kalau kita tidak mengikuti, maka kita akan tertinggal," ujar Ning Ita.
Oleh karena itu, kesiapan sumber daya manusia yang adaptif dan fleksibel menjadi kunci utama. Kemampuan ini diperlukan untuk menghadapi dinamika global yang terus berubah dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.
Ekonomi Kreatif sebagai Peluang Emas
Di tengah tantangan disrupsi digital, Wali Kota Mojokerto mengidentifikasi ekonomi kreatif sebagai sektor dengan peluang besar. Sektor ini sangat relevan dengan karakteristik dan minat generasi muda saat ini.
Ning Ita menjelaskan bahwa terdapat tidak kurang dari 18 subsektor ekonomi kreatif yang bisa ditekuni. Subsektor ini menawarkan beragam pilihan bagi para pemuda untuk mengembangkan potensi dan keahlian mereka.
Pemerintah memandang ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian, sektor ini dapat membuka banyak pintu bagi generasi muda untuk memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.
Memilih salah satu dari subsektor tersebut dapat memberikan keuntungan kompetitif. Hal ini membantu generasi muda memiliki jalur karier yang jelas dan relevan dengan perkembangan zaman.
Memanfaatkan AI dengan Bijak dan Literasi Digital
Wali Kota Ika Puspitasari turut menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) sebagai teknologi paling transformatif saat ini. AI menawarkan kemudahan luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan.
Namun, Ning Ita mengingatkan bahwa pemanfaatan AI ibarat dua sisi mata pisau. Di satu sisi sangat membantu, namun di sisi lain berpotensi menjadi bumerang jika tidak dibarengi pemahaman yang memadai.
"Ketika kita mampu memanfaatkan AI dengan baik, itu akan sangat membantu kebutuhan kita di era disruptif ini. Namun jika literasi dan pemahaman kita masih lemah, justru bisa menyakiti diri kita sendiri," tegasnya.
Oleh karena itu, penguatan literasi digital menjadi krusial. Ning Ita mendorong adanya lebih banyak forum dan ruang diskusi untuk membahas pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan produktif di kalangan masyarakat.
Kegiatan Educatopia Expo 2026 sendiri merupakan wadah penting bagi pelajar. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan peluang pendidikan, karier, serta perkembangan dunia kerja.
Melalui expo ini, diharapkan generasi muda semakin siap menghadapi tantangan masa depan dengan kompetensi yang relevan dan berdaya saing tinggi.
Educatopia Expo 2026 juga dihadiri oleh sejumlah narasumber lainnya. Di antaranya adalah Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa, serta kalangan akademisi dan praktisi industri.
Sumber: AntaraNews