Wali Kota Depok Supian Murka Ada Bangunan di Jalur Drainase Bikin Margonda Banjir Parah, Perintahkan Bongkar
Supiah mengatakan, sumbatan yang ada memang kecil, namun menyebabkan dampak yang sangat luar biasa.
Ruas jalan Margonda Raya macet parah pada Senin (3/3) kemarin usai ruas jalan yang digenangi air. Setelah diusut, penyebabnya adalah drainase yang buruk terhambat sampah hingga bangunan.
Wali Kota Depok, Supian Suri langsung menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pembongkaran pada bangunan-bangunan yang menyumbat saluran air. Pemkot Depok menggandeng Kodim 0508/Depok untuk mengawal saat pembongkaran nanti.
“Tadi kita sudah diskusi juga, salah satu informasi dari teman-teman kemarin yang turun, teman-teman dari Satgas, itu ada aliran air tersumbat, bangunan atau apa tadi. Kita minta tolong dukungan Pak Dandim, biar kita bongkar kalau memang itu menjadi salah satu penyebab kemarin kemacetan Margonda,” katanya, Kamis (6/3).
Sumbatan yang ada memang kecil, namun menyebabkan dampak yang sangat luar biasa.
“Kecil sih sebetulnya sumbatan itu, tapi akhirnya meluap ke Jalan Margonda, akhirnya panjang, bahkan sampai ke tol,” ujarnya.
Supian tidak merinci bentuk bangunan yang menghambat drainase. Dia hanya memastikan bangunan itu akan dibongkar agar jalannya air lancar.
"Nanti minta dukungan Pak Dandim, Pak Kapolres juga, untuk dukungan kita. Ada bangunan dan gorong-gorong. Dan nanti secara teknis, karena untuk titik itu juga tadi, luar biasa, tidak mudah, tidak bisa kita lihat ini, pakai Satgas tadimasuk ke kolong,” tukasnya.
Selain di Jalan Margonda, banjir juga terjadi di kawasan lain di Depok. Tercatat, ada 40 lokasi yang tergenang pada Selasa (4/3) kemarin. Banjir membuat 817 kepala keluarga (KK) terdampak. Ketinggian air bervariasi dari 1hingga 3 meter. Mayoritas titik banjir berada di dekat sungai.
“Tercatat sih sudah ada 40an kayaknya, laporan dari kecamatan-kecamatan. Rata-rata sepanjang sungai semua,” pungkasnya.
Sebelumnya, kemacetan parah terjadi di ruas Jalan Margonda Raya terjadi karena meluapnya air. Karena saluran air tersumbat akibat adanya bangunan. Banjir menyebabkan kemacetan parah di Jalan Margonda hingga ke dalam tol. Kendaraan berhenti di persimpangan lampu merah Jalan Juanda-Jalan Margonda. Antrean kendaraan terjadi hingga lebih dari 1 kilometer. Kemacetan terjadi di ruas jalan menuju Terminal Depok, arah Jakarta serta Jalan Juanda di kedua arah.
Rifqi salah satu pengendara motor mengatakan dirinya harus menempuh waktu 20 menit untuk melewati simpang Jalan Juanda-Jalan Margonda. Kendaraan di depannya pun tidak dapat melintas karena tersendat.
“Ini tadi 20 menitan ya naik motor dari depan SDN Pondok Cina sampai ke perempatan lampu merah Jalan Juanda,” katanya, Senin (3/3).
Dari hasil penelusuran, diketahui penyebab kemacetan tersebut karena luapan air yang berasal dari saluran air atau kali kecil di belakang bengkel yang ada di Jalan Margonda. Air di saluran tidak dapat tertampung hingga akhirnya meluap dengan derasnya.
Herman, karyawan bengkel mengatakan, sudah ada tanggul di dekat bengkel. Hanya saja letak tanggul lebih rendah dari saluran air sehingga meluap ke jalan. Tumpukan sampah dan endapan lumpur juga menyebabkan air tersendat.
"Air harus cari jalan keluar. Kita (bengkel) posisinya di sini lebih rendah dari yang lain tanggulnya. Jadi akhirnya airnya keluar dari sini. Terus ini juga karena sampah ya, sampahnya sudah banyak ya di ujung sananya gitu, jadi laju airnya ketahan," katanya.
Herman menuturkan, jarak kedalaman sungai dengan bengkelnya sebelum banjir sedalam 1 meter. Menurutnya, penyebab air meluap bukan karena tanggul jebol tetapi karena lumpur dan tumpukan sampah.
“Ke dalem 1 meter lebih ada, karena ada sumbatan. Biasanya ada lumpur tapi lumpur nggak pernah diangkut sama pemda, lama-lama permukaan jadi makin tinggi (ke atas). Awalnya dalam ini, tapi karena sering ada lumpur-lumpur, endapan, jadi makin terhambat. Jangankan gini, kalau hujan deres yang nggak terlalu lama cuma sebentar, itu bisa langsung banjir. Ada katanya (PUPR). Katanya kan dilihat tanggul saya jebol tapi ternyata bukan tanggul jebol, tapi air nggak mengalir. Dicari penyebabnya, katanya, di daerah sana lagu ada yang tersumbat, lagi diangkat pelan-pelan. Nggak boleh diangkat sekaligus, kalau diangkat sekaligus, air begitu langsung deras ke sananya,” kelitnya.