Terungkap Biang Kerok Macet Horor di Margonda Pagi Tadi hingga bikin Kendaraan 'Terparkir' Mengular
Ternyata, penyebab kemacetan tersebut karena luapan air yang berasal dari saluran air atau kali kecil di belakang bengkel yang ada di Jalan Margonda.
Kemacetan parah terjadi di ruas Jalan Margonda Raya pada Senin (3/3) pagi tadi. Kendaraan sampai 'terparkir' di persimpangan lampu merah Jalan Juanda-Jalan Margonda.
Antrean kendaraan terjadi hingga lebih dari 1 kilometer. Kemacetan terjadi di ruas jalan menuju Terminal Depok, arah Jakarta serta Jalan Juanda di kedua arah.
Setelah ditelusuri, penyebab kemacetan parah tersebut adalah banjir yang terjadi di Jalan Margonda. Pengendara banyak mengeluhkan tersendatnya arus lalulintas.
Rifqi, salah satu pengendara motor mengatakan dirinya harus menempuh waktu 20 menit untuk melewati simpang Jalan Juanda-Jalan Margonda. Kendaraan di depannya pun tidak dapat melintas karena tersendat.
“Ini tadi 20 menitan ya naik motor dari depan SDN Pondok Cina sampai ke perempatan lampu merah Jalan Juanda,” katanya, Senin (3/3).
Penyebab kemacetan tersebut karena luapan air yang berasal dari saluran air atau kali kecil di belakang bengkel yang ada di Jalan Margonda. Air di saluran tidak dapat tertampung hingga akhirnya meluap dengan derasnya.
Herman, karyawan bengkel mengatakan, sudah ada tanggul di dekat bengkel. Hanya saja letak tanggul lebih rendah dari saluran air sehingga meluap ke jalan. Tumpukan sampah dan endapan lumpur juga menyebabkan air tersendat.
"Air harus cari jalan keluar. Kita (bengkel) posisinya di sini lebih rendah dari yang lain tanggulnya. Jadi akhirnya airnya keluar dari sini. Terus ini juga karena sampah ya, sampahnya sudah banyak ya di ujung sananya gitu, jadi laju airnya ketahan," katanya.
Air mulai meluap sejak pukul 04.00 WIB. Kemudian baru surut setelah beberapa jam kemudian. Luapan air ini terjadi di saat jam sibuk pada pagi hari sehingga menyebabkan kemacetan parah.
"Kira-kira dari jam 4 pagi (menggenang). Ini mulai turun nih," ujarnya.
Herman menuturkan, jarak kedalaman sungai dengan bengkelnya sebelum banjir sedalam 1 meter. Menurutnya, penyebab air meluap bukan karena tanggul jebol tetapi karena lumpur dan tumpukan sampah.
“Ke dalem 1 meter lebih ada, karena ada sumbatan. Biasanya ada lumpur tapi lumpur nggak pernah diangkut sama pemda, lama-lama permukaan jadi makin tinggi (ke atas). Awalnya dalam ini, tapi karena sering ada lumpur-lumpur, endapan, jadi makin terhambat. Jangankan gini, kalau hujan deres yang nggak terlalu lama cuma sebentar, itu bisa langsung banjir. Ada katanya (PUPR). Katanya kan dilihat tanggul saya jebol tapi ternyata bukan tanggul jebol, tapi air nggak mengalir. Dicari penyebabnya, katanya, di daerah sana lagu ada yang tersumbat, lagi diangkat pelan-pelan. Nggak boleh diangkat sekaligus, kalau diangkat sekaligus, air begitu langsung deras ke sananya,” kelitnya.
Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan masih mempelajari satu persatu mengenai banjir di Depok. Pihaknya sudah berkordinasi dengan dinas terkait mengenai masalah penanganan banjir.
“Banjir juga masih kita pelajari satu-satu nih ya, artinya untuk langkah penyelesaiannya seperti apa beberapa titik. Nanti kita juga minta laporan dari teman-teman PUPR mana yang bisa kita selesaikan mana yang mungkin efortnya seperti apa. Prinsipnya kami punya tekad ya Depok harus bebas banjir. Tapi sekali lagi ini butuh waktu, butuh proses butuh upaya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini,” katanya.