Miris, Tembok Rumah Warga Dijadikan Pembatas Saluran Air di Depok
Adanya kesalahan dalam pembangunan yang menyebabkan tembok rumah warga dijadikan pembatas saluran air.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, mengunjungi rumah warga yang terdampak banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah Perumahan RGS, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, pada Minggu (9/3). Saat meninjau lokasi, Chandra menemukan adanya kesalahan dalam pembangunan yang menyebabkan tembok rumah warga dijadikan pembatas saluran air di belakangnya.
Menurut Chandra, tembok-tembok tersebut tidak seharusnya digunakan sebagai pembatas untuk saluran air, dan ini berkontribusi terhadap kerusakan yang terjadi.
“Dari beberapa hal yang kami temui memang terkait banjir ini dikarenakan pembangunannya juga yang menurut kami ini perlu dievaluasi ya. Karena ternyata tembok-tembok rumah warga menjadi pembatas dari kali yang ada di belakang. Kemudian di belakang sana juga sudah terjadi, ada dua titik longsor di sini,” katanya, Minggu (9/3).
Chandra menyatakan bahwa ia akan segera memanggil pihak pengembang perumahan untuk mengklarifikasi proses perizinan dan pembangunan yang dilakukan.
Ia menegaskan pentingnya untuk memastikan bahwa pembangunan menggunakan turap sebagai pembatas, bukan tembok rumah warga.
"Pihak perumahan akan kami panggil, kami akan mempertanyakan proses perizinannya dan segera melakukan evaluasi," tegasnya.
Selain itu, Chandra juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait bangunan baru yang dibangun di pinggir kali. Ia meminta agar pembangunan tersebut diperiksa, terutama terkait izin mendirikan bangunannya (IMB).
Jika bangunan tersebut tidak memiliki IMB, Chandra menegaskan bahwa ia akan meminta untuk dilakukan pembongkaran.
Menurut Chandra, penyebab banjir dan jebolnya tembok rumah warga adalah akibat saluran air yang tertutup longsor dan berdekatan dengan tembok rumah yang berfungsi sebagai pembatas kali. Dalam musibah tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka ringan dan harus menjalani perawatan medis.
Petugas terkait telah mengangkat material longsoran dari saluran air, namun Chandra menekankan bahwa upaya mitigasi perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Ia meminta warga yang rumahnya berbatasan dengan kali untuk mengungsi demi keselamatan mereka, mengingat potensi longsoran dan jebolnya tembok rumah sangat tinggi jika hujan kembali turun.
Chandra juga mengingatkan warga agar memahami pentingnya penanganan manual terhadap saluran air yang rusak, karena alat berat tidak dapat masuk ke pemukiman. Ia berharap agar warga dapat bekerjasama untuk menghindari terjadinya korban jiwa akibat jebolnya tembok rumah.
"Jangan sampai ada korban jiwa atau luka lagi karena tembok rumah yang tidak kuat menahan aliran air," pungkasnya.