Wali Kota Banjarmasin Tegaskan Normalisasi Sungai Solusi Berkelanjutan Atasi Banjir
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin, menyatakan normalisasi Sungai Banjarmasin menjadi solusi berkelanjutan untuk menanggulangi banjir yang terus melanda, mengungkap temuan penyempitan alur sungai.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin, menegaskan normalisasi sungai merupakan solusi berkelanjutan untuk menanggulangi banjir yang belum juga surut di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan saat meninjau langsung daerah terdampak banjir di kawasan Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara pada Sabtu, 10 Januari. Yamin didampingi Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rival Fahruri, melihat kondisi banjir yang lambat surut.
Kunjungan tersebut dilakukan menyusul kondisi banjir rob yang melanda sebagian Kota Banjarmasin sejak 1 Januari 2026, akibat air pasang laut melebihi ambang batas, yakni sekitar 3,1 meter di atas permukaan laut/mdpl. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa lambatnya air surut disebabkan oleh aliran sungai yang tidak normal. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah kota dalam mencari solusi jangka panjang.
Berdasarkan hasil pemetaan geospasial, ditemukan sejumlah titik penyempitan dan pendangkalan alur Sungai Gampa. Kondisi ini berpotensi memperparah genangan saat debit air meningkat dan menjadi salah satu penyebab banjir berulang di kawasan tersebut. Oleh karena itu, normalisasi Sungai Banjarmasin menjadi prioritas utama penanganan ke depan.
Analisis Geospasial Ungkap Penyebab Utama Banjir
Wali Kota Yamin menjelaskan bahwa temuan dari peta geospasial sangat krusial dalam memahami akar masalah banjir di Banjarmasin. Peta tersebut secara jelas memperlihatkan adanya beberapa titik kritis menuju Sungai Alalak yang mengalami penyempitan dan pendangkalan. Situasi ini secara signifikan menghambat aliran air, terutama saat curah hujan tinggi atau air pasang.
Penyempitan dan pendangkalan alur sungai ini bukan hanya memperlambat surutnya genangan, tetapi juga meningkatkan risiko banjir yang lebih parah. Kawasan Sungai Gampa, yang merupakan salah satu daerah langganan banjir, menjadi bukti nyata dampak dari kondisi alur sungai yang tidak optimal. Normalisasi Sungai Banjarmasin, khususnya di area ini, diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut secara fundamental.
Prioritas penanganan melalui pembukaan dan normalisasi Sungai Gampa akan difokuskan pada titik-titik yang teridentifikasi. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi sungai sebagai saluran air yang efektif. Dengan demikian, kapasitas daya tampung air akan meningkat, dan aliran air menuju Sungai Alalak menjadi lebih lancar.
Manfaat Jangka Panjang Normalisasi Sungai Banjarmasin
Normalisasi Sungai Gampa hingga terhubung ke Sungai Alalak diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Banjarmasin. Peningkatan daya tampung air dan kelancaran aliran sungai menjadi tujuan utama dari upaya ini. Hal ini akan secara langsung mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap melanda permukiman warga.
Selain permukiman, fasilitas umum termasuk sekolah juga sering terdampak oleh genangan banjir. Dengan normalisasi, diharapkan aktivitas pendidikan dan layanan publik lainnya tidak lagi terganggu. Wali Kota Yamin menekankan pentingnya investasi jangka panjang ini untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Upaya normalisasi Sungai Banjarmasin ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan pemerintah kota dalam mitigasi bencana. Dengan sungai yang lebar dan tidak dangkal, akan tersedia tampungan air yang memadai saat debit air tinggi. Ini adalah langkah proaktif untuk melindungi kota dari ancaman banjir di masa mendatang.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Peran Masyarakat dalam Penanganan Banjir
Wali Kota Yamin mengingatkan bahwa penanganan Sungai Gampa membutuhkan kolaborasi yang erat dari berbagai pihak. Kerjasama lintas pemerintah, mulai dari pemerintah kota, provinsi, hingga pemerintah pusat, serta kabupaten/kota lain yang aliran sungainya terhubung dengan Kota Banjarmasin, sangat diperlukan.
Normalisasi sungai merupakan proyek besar yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Oleh karena itu, kerja sama dan sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan. Pendanaan dan sumber daya yang memadai akan memastikan proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan hasil yang optimal.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan banjir. Wali Kota Yamin secara khusus meminta warga agar memperhatikan bangunan di sekitar sungai dan tidak menutup alur air. Tindakan tersebut berdampak langsung pada genangan dan banjir, sehingga kesadaran kolektif sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian fungsi sungai.
Peringatan Dini dan Antisipasi Banjir Rob di Banjarmasin
Sejak awal Januari 2026, Kota Banjarmasin telah menghadapi dampak banjir rob yang signifikan. Air pasang laut yang mencapai sekitar 3,1 meter di atas permukaan laut/mdpl menjadi pemicu utama genangan di berbagai daerah. Situasi ini menunjukkan kerentanan kota terhadap fenomena alam seperti pasang surut air laut.
Pemerintah kota telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi air pasang rob dan air kiriman dari hulu akibat intensitas hujan tinggi hingga 10 Januari 2026. Perkiraan air pasang mulai turun setelah tanggal tersebut memberikan sedikit kelegaan, namun kewaspadaan tetap harus dijaga.
Langkah-langkah antisipasi terus dilakukan oleh pemerintah kota untuk meminimalkan dampak banjir. Selain normalisasi sungai, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sungai juga terus digalakkan. Kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi prioritas untuk melindungi warga Banjarmasin.
Sumber: AntaraNews