Pemkot Banjarmasin Gencarkan Normalisasi Sungai Guring, Atasi Banjir dan Tata Kota Seribu Sungai

Pemerintah Kota Banjarmasin serius melakukan normalisasi Sungai Guring di Banjarmasin Selatan. Upaya ini bertujuan mengatasi banjir akibat pendangkalan dan penyempitan sungai, sekaligus menata kembali wajah Kota Seribu Sungai.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Banjarmasin Gencarkan Normalisasi Sungai Guring, Atasi Banjir dan Tata Kota Seribu Sungai
Pemerintah Kota Banjarmasin serius melakukan normalisasi Sungai Guring di Banjarmasin Selatan guna mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Upaya ini melibatkan pengerukan dan penertiban bangunan, termasuk milik pemerintah, demi menge (AntaraNews)

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Senin ini gencar melakukan pembersihan dan pengerukan Sungai Guring di wilayah Banjarmasin Selatan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap masalah banjir yang kerap melanda daerah tersebut.

Kondisi Sungai Guring yang merupakan salah satu anak Sungai Martapura, diketahui mengalami pendangkalan dan penyempitan parah. Hal ini diakibatkan oleh tumpukan sampah dan keberadaan bangunan di sepanjang aliran sungai, menyebabkan air tidak mengalir dengan lancar.

Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menegaskan keseriusan Pemkot dalam menangani permasalahan ini. Ia berharap, normalisasi Sungai Guring dapat mengembalikan fungsi sungai secara optimal sebagai pengendali banjir di masa depan.

Urgensi Normalisasi Sungai Guring untuk Atasi Banjir

Sungai Guring saat ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan dengan banyaknya sumbatan dan penyempitan aliran. Wali Kota Yamin mengungkapkan bahwa bahkan ada bangunan milik pemerintah yang berdiri di badan sungai dan harus dibongkar.

Pembongkaran bangunan pemerintah ini menjadi bentuk keteladanan dan pesan bahwa penataan lingkungan dimulai dari instansi pemerintah itu sendiri. Komitmen Pemkot Banjarmasin sangat serius untuk mengatasi segala permasalahan Sungai Guring.

Selain membersihkan dan mengeruk, Pemkot juga akan menindak bangunan yang berdiri di atas sungai. Tujuannya adalah agar Sungai Guring dapat difungsikan dengan baik untuk mengatasi banjir ke depannya.

Kolaborasi Lintas Sektor dalam Upaya Pembersihan Sungai

Pembersihan Sungai Guring merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menata kembali wajah Banjarmasin sebagai kota seribu sungai. Wali Kota Yamin menekankan bahwa sungai tidak lagi dipandang sebagai bagian belakang permukiman, melainkan sebagai ruang hidup yang menentukan kualitas kota secara keseluruhan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menjelaskan bahwa Sungai Guring merupakan salah satu titik yang membutuhkan penanganan serius. Hal ini karena banyaknya sumbatan dan penyempitan aliran yang terjadi.

Dalam aksi gotong royong ini, berbagai pihak turut serta, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub). Unsur kelurahan, kecamatan, serta masyarakat juga terlibat aktif.

“Hari ini kita bekerja bersama. Ada PUPR, Damkar, BPBD, Satpol PP, Dishub serta unsur kelurahan dan kecamatan. Kita angkat sumbatan dan membuka aliran agar kapasitas sungai kembali optimal,” jelas Suri.

Pendekatan Persuasif dan Penataan Kota Seribu Sungai

Yamin menyampaikan bahwa membangun rumah di atas badan sungai memang kerap dianggap solusi praktis bagi sebagian warga. Namun, tindakan ini justru memperbesar risiko banjir dan merugikan masyarakat luas dalam jangka panjang.

“Enak bagi satu rumah, tetapi berdampak bagi satu kota. Itu yang harus kita sadari bersama. Karena itu kami mengajak masyarakat menaati aturan sempadan sungai demi kepentingan bersama,” ucapnya.

Pemerintah saat ini masih mengedepankan pendekatan persuasif terhadap warga yang bangunannya berada di atas badan sungai. Warga diberi pemahaman dan waktu untuk membongkar bangunannya secara mandiri.

“Saat ini masih tahap sosialisasi. Warga diberi pemahaman dan waktu untuk membongkar secara mandiri. Langkah ini penting agar proses normalisasi sungai bisa berjalan dan genangan air dapat dikurangi,” kata Suri. Wali Kota juga menyampaikan permohonan maaf atas potensi terganggunya aktivitas warga selama kegiatan berlangsung, sembari mengapresiasi dukungan RT, RW, dan masyarakat yang ikut terlibat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi