Banjarmasin Intensifkan Gotong Royong Bersihkan Sungai, Atasi Pendangkalan dan Bangunan Liar
Pemerintah Kota Banjarmasin bersama warga mengintensifkan gotong royong membersihkan sungai untuk mengatasi pendangkalan, sampah, dan menertibkan bangunan liar, demi keberlanjutan fungsi sungai.
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bersama masyarakat secara aktif mengintensifkan kegiatan gotong royong untuk membersihkan sungai. Upaya ini dilakukan demi menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan keberlanjutan fungsi vital sungai di wilayah tersebut. Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, turut meninjau langsung aksi bersih-bersih sungai ini.
Kegiatan gotong royong terbaru ini berpusat di Komplek R Land, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, pada Sabtu. Sungai di lokasi tersebut mengalami pendangkalan parah dan ditutupi oleh tumbuhan liar yang menghambat aliran air. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab lambatnya surut banjir yang melanda wilayah Sungai Lulut sejak awal Januari.
Selain pengerukan dasar sungai menggunakan alat berat, fokus juga diberikan pada penertiban bangunan ilegal yang berdiri di atas badan sungai. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Banjarmasin untuk mengembalikan fungsi sungai secara optimal. Kesadaran dan dukungan masyarakat sangat krusial untuk keberhasilan program jangka panjang ini.
Atasi Pendangkalan dan Tumbuhan Liar di Sungai Lulut
Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR menyoroti kondisi sungai di Komplek R Land, Kelurahan Sungai Lulut, yang kian memprihatinkan. Selain mengalami pendangkalan, sungai tersebut juga dipenuhi tumbuhan liar yang mengganggu aliran air. Kondisi ini menjadi perhatian serius setelah wilayah Sungai Lulut mengalami banjir yang lambat surut.
Menurut Yamin, evaluasi menunjukkan bahwa banjir yang terjadi sejak awal hingga pertengahan Januari ini sulit surut karena fungsi aliran sungai tidak berjalan optimal. Oleh karena itu, Pemkot Banjarmasin bersama warga segera menggiatkan pembersihan sungai. Alat berat pun diturunkan untuk membantu pengerukan dasar sungai agar kembali berfungsi normal.
Langkah cepat ini diharapkan dapat mengembalikan kapasitas sungai untuk mengalirkan air dengan lancar. Dengan demikian, risiko banjir dapat diminimalisir dan dampak buruknya terhadap masyarakat dapat berkurang. Gotong royong membersihkan sungai ini adalah wujud nyata kolaborasi pemerintah dan warga.
Penertiban Bangunan Ilegal di Badan Sungai
Selain masalah pendangkalan dan tumbuhan liar, Wali Kota Yamin juga menemukan adanya bangunan yang melanggar aturan di badan sungai. Sedikitnya tiga bangunan teridentifikasi, meliputi titian atau jembatan kecil, pos perumahan, serta satu unit rumah warga. Keberadaan bangunan ini jelas menghambat fungsi alami sungai dan memperparah kondisi.
Menyikapi temuan ini, Yamin menekankan pentingnya peran aparat wilayah, mulai dari RT hingga kecamatan, untuk melakukan peneguran persuasif. Laporan temuan ini diharapkan segera disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin agar dapat ditindaklanjuti dengan surat resmi untuk pembongkaran bangunan.
Apabila imbauan tersebut tidak diindahkan oleh pemilik, Pemkot Banjarmasin tidak akan segan melakukan penertiban. Satpol PP Kota Banjarmasin akan bertindak sesuai ketentuan yang berlaku untuk menegakkan aturan. Ini menunjukkan komitmen Pemkot dalam menjaga tata ruang sungai dan lingkungan hidup.
Dukungan serta kesadaran masyarakat sangat penting untuk keberlanjutan hidup sungai agar tetap berfungsi baik. Sungai harus dijaga bersama agar tidak menimbulkan permasalahan lingkungan di masa depan. Kerusakan siring sungai yang ditemukan di lokasi juga diharapkan segera mendapat perhatian perbaikan.
Komitmen Berkelanjutan Pemkot Banjarmasin
Kegiatan gotong royong membersihkan sungai ini bukan kali pertama dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Sebelumnya, Wali Kota Yamin juga telah memimpin aksi serupa di Sungai Saka Pangilun, wilayah Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan. Ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Pemkot dalam menjaga kebersihan dan fungsi sungai.
Yamin menegaskan bahwa kegiatan gotong royong semacam ini akan terus diintensifkan di sungai-sungai lain. Terutama, fokus akan diberikan pada wilayah yang terdampak parah oleh banjir sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memastikan semua sungai dapat berfungsi optimal dan mengurangi risiko bencana banjir.
Inisiatif ini mencerminkan pendekatan proaktif Pemkot Banjarmasin dalam pengelolaan lingkungan perkotaan. Kolaborasi antara pemerintah, warga, dan dinas terkait menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Dengan demikian, Banjarmasin dapat terus menjadi kota yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman banjir.
Sumber: AntaraNews