Wakil Kepala Sekolah SMP 2 Bandung Buka Suara soal Dugaan Pungli Rencana Pensi Undang DJ Punya Lirik Sensual
Dia membenarkan adanya penggalangan dana, namun menegaskan kegiatan tersebut bersifat sukarela dan tidak wajb.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 2 Bandung, Jawa Barat, Taryono angkat bicara terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam rencana kegiatan pentas seni (pensi) yang sempat ramai.
Hal ini lantaran panitia disebut berencana mengundang DJ Tenxi sebagai bintang tamu.
Dia membenarkan adanya penggalangan dana yang dilakukan oleh panitia pensi, namun menegaskan kegiatan tersebut bersifat sukarela dan tidak wajib bagi seluruh siswa.
“Anak-anak mengusulkan, ‘Pak, untuk kepanitiaan boleh tidak kita membeli seragam, kaos, atau merchandise sebagai identitas panitia?’ Ya silakan saja, tapi dari mana uangnya? Akhirnya mereka berinisiatif urunan, dan itu untuk mereka sendiri,” kata Taryono saat ditemui di SMPN 2 Bandung, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/10).
Ia kemudian mengonfirmasi bahwa panitia pensi sempat mengajukan nama-nama bintang tamu untuk tampil dalam acara tersebut, di antaranya DJ Tenxi, band Perunggu, dan HIVI.
“Itu kan anak-anak mungkin ada keinginan, ketika pensi di closing-nya menghadirkan bintang tamu. Itu baru rencana sebetulnya, belum final,” ujarnya.
Bintang tamu tersebut, lanjut Taryono, rencananya akan tampil sebagai penutup acara setelah berbagai pertunjukan seni siswa seperti tari dan pencak silat.
Acara pensi semula dijadwalkan berlangsung Desember 2025, namun diundur ke Januari 2026 karena berdekatan dengan jadwal ujian akhir semester.
Sekolah Tegaskan Tak Ada Paksaan atau Bullying
Menanggapi kabar adanya siswa yang disebut dirundung karena hanya mampu menyumbang Rp250 untuk kegiatan, Taryono membantah hal itu.
“Berita itu langsung kami konfirmasi dengan siswa panitia. Tidak benar ada perundungan. Kami sudah evaluasi bersama kepala sekolah dan pembina OSIS,” jelasnya.
Ia menegaskan, semua bentuk iuran dilakukan dengan persetujuan orang tua siswa dan tidak ada nominal yang dipatok.
“Itu pun sudah disetujui, sifatnya sukarela. Kepanitiaannya juga sudah disetujui oleh orang tua,” tambah Taryono.
Kepala Sekolah Merasa Kecolongan
Kepala SMPN 2 Bandung Widaningsih mengakui pihak sekolah sempat kecolongan atas rencana panitia yang ingin menghadirkan DJ Tenxi. Musisi yang sedang naik daun dan dikenal lewat lagu-lagu bernuansa sensual.
“Jadi mungkin keterbatasan pengetahuan, tapi dengan adanya informasi ini jadi introspeksi. Kalau seperti itu, ya sudah saja pensi dilakukan oleh ekskul dengan dana yang terkumpul dari danusan,” ujar Widaningsih.
Ia menegaskan sekolah tidak akan mengizinkan musisi dengan lirik lagu yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan tampil dalam kegiatan siswa.
“Intinya, mungkin pensinya akan berjalan tanpa mengundang bintang tamu,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan agenda resmi sekolah, melainkan inisiatif Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai panitia.
“Di sana panitia ada kewajiban bagi yang berminat. Kalau tidak, ya tidak jadi masalah. Kalau tidak berminat jadi panitia, tidak masalah,” kata Asep saat dikonfirmasi, Senin (20/10).
Menurutnya, acara itu semula direncanakan pada Desember 2025, namun kini ditunda untuk evaluasi sumber dana kegiatan.
Asep menegaskan, pihaknya tidak akan mentoleransi jika ada indikasi pungutan liar atau iuran yang memberatkan orang tua siswa.
“Oh jelas, jangan sampai ada yang memberatkan orang tua. Kalau berbicara kebersamaan antar siswa untuk mendukung kreativitas di SMP 2, saya mendukung. Tapi kalau pungutan yang bersifat kewajiban, saya tidak mau,” ujarnya.
Terkait rencana mengundang DJ Tenxi dan band populer lainnya, Asep menyarankan agar sekolah lebih memanfaatkan potensi seni lokal di lingkungan sekolah maupun komunitas Bandung.
“Kalau mengundang artis terkenal itu ada konsekuensi biaya dan risikonya besar. Lebih baik pentas seni ini memanfaatkan potensi seni yang ada di sekolah atau di Kota Bandung,” tuturnya.