Update Longsor Jawa Barat: 10 Kantong Jenazah di DVI, 71 Orang Masih Hilang
Tim DVI terus berupaya mengidentifikasi korban Longsor Jawa Barat di Cisarua, Bandung Barat, sementara puluhan warga masih dinyatakan hilang dan bantuan terus disalurkan.
Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Hingga saat ini, upaya penanganan pascabencana masih terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Kepolisian Jawa Barat, tim Disaster Victim Identification (DVI), tim SAR gabungan, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kondisi cuaca ekstrem menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Meskipun demikian, tim gabungan tetap berupaya keras untuk menemukan para korban yang masih dinyatakan hilang.
Fokus utama saat ini adalah identifikasi jenazah yang telah ditemukan serta penyaluran bantuan logistik dan dukungan psikososial bagi warga terdampak. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menyiapkan bantuan finansial untuk membantu pemulihan para korban.
Identifikasi Korban Longsor Cisarua
Polda Jawa Barat melaporkan, sebanyak 10 kantong jenazah telah tiba di posko DVI pascabencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Dari jumlah tersebut, enam jenazah telah berhasil diidentifikasi secara resmi oleh tim penyidik.
“Dari 10 kantong jenazah di posko DVI, enam telah teridentifikasi, satu berisi bagian tubuh, dan tiga lainnya masih dalam proses identifikasi,” ujar Juru Bicara Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, di Bandung, Sabtu.
Upaya identifikasi terus berlanjut, dilakukan oleh tim DVI Polda Jawa Barat bersama unit pencarian dan penyelamatan gabungan. Meskipun demikian, proses ini terhambat oleh kondisi cuaca ekstrem di lokasi bencana.
Beberapa bagian tubuh yang ditemukan memiliki referensi sidik jari yang cocok dengan data pengungsi, memungkinkan penyidik untuk melanjutkan identifikasi menggunakan data ante-mortem dan post-mortem.
Kendala Pencarian dan Distribusi Bantuan
Operasi pencarian korban longsor masih menghadapi kendala signifikan akibat kondisi cuaca di lokasi bencana, yang memperlambat pekerjaan penggalian dan pemulihan.
Menurut laporan terbaru yang diterima di posko pengaduan, jumlah orang yang masih hilang tetap tinggi, mencapai sekitar 71 orang per pembaruan terakhir pukul 16.00 waktu setempat.
Di luar upaya identifikasi dan pencarian, Polda Jawa Barat juga aktif mendistribusikan bantuan logistik untuk membantu warga yang terkena dampak bencana.
Bantuan tersebut mencakup pasokan makanan dan kebutuhan pokok, serta pendirian dapur umum untuk memastikan warga yang mengungsi mendapatkan makanan secara teratur.
Dukungan Pemerintah Provinsi untuk Korban Terdampak
Secara terpisah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan menyediakan bantuan sebesar Rp10 juta untuk setiap keluarga yang terdampak longsor di lereng Gunung Burangrang.
Dana ini dimaksudkan untuk menutupi biaya sewa tempat tinggal sementara dan kebutuhan hidup sehari-hari bagi para penyintas selama dua bulan ke depan.
“Kami akan memberikan sekitar 10 juta rupiah per keluarga agar mereka dapat menyewa tempat tinggal di mana pun mereka pilih untuk saat ini,” kata Dedi saat mengunjungi warga terdampak pada hari Sabtu.
Gubernur Dedi menambahkan bahwa tinggal terlalu lama di tempat penampungan evakuasi dapat memperburuk stres psikologis di kalangan warga yang mengungsi, sehingga bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban mereka.
Sumber: AntaraNews