Update Kasus Diplomat Kemlu Tewas Kepala Terlilit Lakban, Polisi Ungkap Hasil Forensik
Korban diketahui tewas dengan wajah dililit lakban di kosan kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7).
Polda Metro Jaya hingga kini masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya staf atau karyawan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yakni ADP (39).
Korban diketahui tewas dengan wajah dililit lakban di kosan kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7).
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Truly Sohumuntal Simanjuntak mengatakan, pihaknya hingga kini masih menunggu hasil dari Laboratorium Forensik (Labfor) yang diperkirakan akan keluar enam hari lagi.
"Masih 6 hari lagi, karena memang pemeriksaan labfor memang membutuhkan waktu minimal 2 minggu, minimal 2 minggu," kata Reonald kepada wartawan, Senin (21/7).
Kemudian, atas kasus tersebut pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi seperti VD dan DMS rekan kerja korban, S sebagai penjaga kos.
Lalu, orang yang pertama kali menemukan korban sudah tidak bernyawa yakni berinisial S serta istri daripada korban yaitu MAP.
Berikutnya, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap tim psikologi forensik pada pekan lalu. Hal ini dilakukan untuk mendalami secara psikologi atau autopsi Forensik.
"Hingga saat ini masih berjalan. Jadi penyelidik dari Direktorat Reserse Umum Polda Metro Jaya, dalam hal ini Subdit Resmob Polda Metro Jaya sedang menunggu hasil dari Laboratorium forensik dan tim dari psikologi forensik," jelasnya.
Selain itu, dirinya menegaskan jika dalam pengungkapan atau penanganan kasus tersebut menggunakan Scientific Crime Investigation sesuai yang disampaikan Kapolda Metro Jaya hingga Kabid Humas Polda Metro Jaya.
"Jadi ini mengumpulkan semua keterangan, mengumpulkan semua data. Kemudian nanti ahli yang akan bicara dari hasil pemeriksaan organ tubuh dalamnya. Kemudian apa yang didapatkan dari saat otopsinya, dan pada saat pendalaman secara psikologi forensik," ungkapnya.
"Jadi mohon waktu dan mohon doa dari masyarakat sekalian. Semoga ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala dalam pengungkapan perkara ini," sambungnya.
Polisi menegaskan akan transparan dalam menangani kasus tersebut dan memohon doa agar perkara itu dapat segera terungkap.
"Nanti apabila sudah ada, pasti akan kita transparan menyampaikan kepada masyarakat, nanti dari tiap tim akan menyampaikan hasil dari setiap ahli Ahli forensik dan ahli psikologi forensik," tegasnya.
"Akan menyampaikan apa temuan-temuan dan hasil dari analisa dan pemeriksaan mereka Secara Scientific Crime Investigation," pungkasnya.
Janji Kapolda Metro Jaya
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto menargetkan, analisis forensik, autopsi, dan digital forensik kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan alias ADP (39) di indekos Menteng, Jakarta Pusat, rampung dalam waktu seminggu.
Dia menyatakan, saat ini tim forensik tengah mendalami sejumlah bukti, termasuk CCTV, laptop, dan handphone milik korban.
"Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan, insya Allah mudah-mudahan seminggu lagi selesai ya," ujar Karyoto kepada wartawan, Jumat (11/7).
Karyoto memastikan tidak ada perlakuan khusus dalam penanganan kasus ini. Dia menegaskan, Polda Metro punya banyak pengalaman menangani kasus serupa dan saat ini melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Sejauh ini, sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk istri korban, tetangga kos, dan pemilik tempat kos. Polisi juga terus menelusuri jejak digital korban guna mengungkap motif dan kronologi sebenarnya dari kematian tragis yang masih menyimpan banyak tanda tanya.
"Biar kita pelajari dulu, setelah waktunya kita bisa membuat kesimpulan final, kita katakan ini, ini, ini, ini," pungkas Karyoto.