UIA Perluas Program Magang Internasional Melalui Kolaborasi Lintas Negara
Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA) memperkuat Program Magang Internasional dengan menjalin kerja sama strategis bersama lembaga dari Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan, membuka peluang global bagi mahasiswa.
Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA) baru-baru ini memperkuat jaringan internasionalnya. Hal ini dilakukan melalui penandatanganan kerja sama pendidikan dan program magang. Kolaborasi ini melibatkan lembaga serta perusahaan dari Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan.
Penandatanganan nota kesepahaman ini berlangsung di Kampus UIA, Jakarta Timur, pada hari Rabu. Inisiatif ini bertujuan untuk membuka akses lebih luas bagi mahasiswa. Terutama dalam hal magang, pertukaran pelajar, serta kolaborasi budaya dan keilmuan lintas negara.
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi'iyah (YAPTA), Dailami Firdaus, menegaskan pentingnya kerja sama ini. Menurutnya, langkah ini bukan hanya bagi UIA, tetapi juga sebagai jembatan ilmu dan budaya yang bermanfaat luas bagi bangsa dan umat.
Memperkuat Jaringan Global dan Akses Program Magang Internasional
Kerja sama strategis ini menjadi tonggak penting bagi internasionalisasi kampus UIA. Ini khususnya dalam memperluas akses mahasiswa terhadap Program Magang Internasional. Selain itu, inisiatif ini juga mendorong pertukaran mahasiswa dan kolaborasi keilmuan.
UIA telah memiliki rekam jejak kemitraan dengan beberapa perguruan tinggi di Korea Selatan selama lebih dari satu dekade. Di antaranya adalah Daegu University dan Jeonbuk National University. Kemitraan ini menunjukkan komitmen UIA terhadap pendidikan global.
Keberlanjutan kerja sama dengan Korea Selatan semakin diperkuat. Peran Korea Center kini menjadi penghubung utama untuk program akademik, bahasa, budaya, hingga penempatan mahasiswa. Hal ini memastikan kelancaran dan efektivitas program-program tersebut.
Peran Strategis Mitra Internasional dalam Program Magang
Country Manager SeeMeSOL Indonesia, Nendy Pernandy, menjelaskan fokus kerja sama dengan UIA. Kemitraan ini bertujuan meningkatkan kecakapan bekerja (employability) lulusan. Platform digital SeeMeSOL akan menyalurkan magang dan pekerjaan berdasarkan kebutuhan industri global.
SeeMeSOL, perusahaan teknologi asal Singapura, telah bermitra dengan kampus-kampus top seperti NUS dan NTU. Saat ini, mereka telah bekerja sama dengan hampir 300 perguruan tinggi di Indonesia. UIA kini resmi bergabung dalam jaringan luas ini.
Melalui platform SeeMeSOL, alumni UIA akan terhubung langsung dengan peluang magang dan pekerjaan dari berbagai negara. Ini termasuk Singapura, Taiwan, hingga Uni Emirat Arab. Seluruh platform akan menggunakan identitas dan branding UIA.
Dalam mendukung kerja sama ini, SeeMeSOL menyalurkan pendanaan senilai Rp50 juta per tahun. Mereka juga menandatangani komitmen dua tahun dengan total dukungan mencapai Rp200 juta. Tujuan utamanya adalah membantu kampus menyiapkan lulusan siap kerja dan berdaya saing global.
Komitmen UIA dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Unggul
Sebagai kampus yang berlandaskan nilai keislaman, UIA berkomitmen membangun sinergi global. Namun, mereka tetap berpegang teguh pada kearifan lokal Al-Sunnah wal Jamaah. UIA ingin menjadi institusi unggul yang terbuka pada kemajuan global.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan di UIA secara signifikan. Selain itu, juga akan memperluas akses mahasiswa ke dunia industri internasional. Ini mendorong peningkatan sumber daya manusia melalui Program Magang Internasional yang terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, UIA juga melantik jajaran rektorat periode 2025-2030. Rahmat Adi Yulianto sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik, Heri Sukanto sebagai Wakil Rektor II Bidang Keuangan, dan Misbah Fikrianto sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan.
Selain itu, ditetapkan pula jajaran direktur lembaga dan sekretaris universitas periode 2026-2030, yakni Marlisa Oktaviani sebagai Direktur Lembaga Penjaminan Mutu, Damrah Mamang sebagai Direktur Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum, Muladi Mugni sebagai Direktur Lembaga Kajian Islam dan Timur Tengah, Ali Ansungun sebagai Direktur Korean Center, Agus Sumarno sebagai Direktur PENMARU, serta Kurnia Budhy Scorita sebagai Sekretaris Universitas.
Sumber: AntaraNews