Uhamka Tekankan Pentingnya Kecerdasan Digital Generasi Muda di Ramadan Youth Camp 2026
Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (Uhamka) menegaskan urgensi pengembangan kecerdasan digital bagi generasi muda melalui program Ramadan Youth Camp 2026, guna mempersiapkan mereka menghadapi era Artificial Intelligence (AI) dan menjadi pemimpin mas
Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (Uhamka) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul. Melalui kegiatan “Ramadan Youth Camp 2026” yang berlangsung di Jakarta, Uhamka secara tegas menekankan betapa krusialnya bagi generasi muda untuk menguasai kecerdasan digital yang terus berkembang pesat saat ini.
Rektor Uhamka, Prof. Gunawan Suryoputro, menyatakan bahwa kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI), adalah sebuah keharusan. Generasi sekarang diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga individu yang cerdas dan bijak dalam memanfaatkan setiap potensi digital yang ada.
Acara yang diselenggarakan di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uhamka ini menjadi wadah strategis untuk membekali para siswa terpilih. Inisiatif Uhamka ini bertujuan untuk memastikan bahwa generasi muda memiliki bekal yang memadai dalam menghadapi tantangan serta peluang di era digital yang semakin kompleks.
Mengapa Kecerdasan Digital Penting bagi Generasi Muda?
Prof. Gunawan Suryoputro menyoroti bahwa di era digital ini, generasi muda memiliki akses tak terbatas terhadap berbagai informasi. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memiliki kecerdasan digital agar mampu memilah dan memverifikasi kebenaran informasi sebelum mempercayainya.
Penguasaan kecerdasan digital juga mendorong generasi muda untuk menjadi lebih kreatif dan tidak mudah menyerah dalam proses pembelajaran. Kehadiran kecerdasan buatan (AI) seharusnya menjadi pemicu untuk terus berinovasi, bukan malah membuat mereka menjadi malas atau pasif.
Uhamka percaya bahwa dengan pelatihan yang tepat, generasi muda akan siap dan bijak dalam menghadapi dinamika kecerdasan digital. Keterampilan ini tidak hanya relevan untuk saat ini, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan mereka di berbagai bidang.
Ramadan Youth Camp Uhamka: Investasi Masa Depan Bangsa
Wakil Rektor IV Uhamka, Muhammad Dwifajri, menjelaskan bahwa “Ramadan Youth Camp 2026” terbuka untuk siswa-siswi kelas XII SMA sederajat. Proses seleksi yang ketat melalui wawancara menghasilkan 73 peserta terpilih yang siap mengikuti serangkaian kegiatan.
Proses seleksi ini merupakan bagian dari upaya Uhamka untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4, yaitu memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh generasi muda. Dengan demikian, Uhamka berkontribusi dalam menciptakan kesempatan belajar yang merata.
Para peserta yang berasal dari wilayah Jabodetabek, Karawang, dan Pandeglang Banten ini diharapkan dapat menjadi calon pemimpin masa depan. Dwifajri menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk investasi Uhamka untuk kemajuan bangsa, dengan menyiapkan individu-individu yang berdaya saing tinggi.
Komitmen Uhamka dalam Pembentukan Karakter Digital
Acara “Ramadan Youth Camp 2026” berlangsung selama tiga hari, mulai dari 26 hingga 28 Februari 2026. Kehadiran jajaran pimpinan Uhamka, termasuk Rektor Prof. Gunawan Suryoputro, Wakil Rektor I Anisia Kumala, Wakil Rektor II Desvian Bandarsyah, dan Wakil Rektor IV Muhammad Dwifajri, menunjukkan dukungan penuh universitas terhadap inisiatif ini.
Selain itu, dekan dan wakil dekan seluruh fakultas juga turut hadir, menandakan kolaborasi lintas fakultas dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda. Ini mencerminkan komitmen Uhamka dalam membentuk karakter digital yang tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga beretika dan bertanggung jawab.
Fokus Uhamka pada pembekalan kecerdasan digital melalui kegiatan seperti ini adalah langkah proaktif. Universitas berupaya untuk memastikan bahwa lulusannya tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat di era digital.
Sumber: AntaraNews