Trivia: Hakim Konstitusi Arief Hidayat Soroti Pentingnya Keteladanan Pendiri Bangsa bagi Generasi Muda
Profesor Arief Hidayat, seorang Hakim Konstitusi, menyerukan generasi muda untuk meneladani Keteladanan Pendiri Bangsa demi menjaga keutuhan dan keberlanjutan nilai-nilai luhur Indonesia.
Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) sekaligus Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Profesor Arief Hidayat, baru-baru ini menyerukan pentingnya generasi muda Indonesia untuk meneladani para pendiri bangsa. Seruan ini disampaikan Arief di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Minggu (14/9), dalam sebuah agenda penting. Beliau menekankan bahwa nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu sangat relevan untuk kondisi saat ini.
Arief Hidayat menjelaskan bahwa para pendiri bangsa telah mewariskan nilai-nilai luhur yang fundamental, termasuk semangat gotong royong dan persatuan. Warisan ini kemudian memuncak pada perumusan ideologi Pancasila, yang dipidatokan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945. Keteladanan ini menjadi fondasi kuat bagi pembangunan dan keberlangsungan negara Indonesia.
Menurut Hakim MK tersebut, keteladanan para pendiri bangsa harus terus dilanjutkan dan dijadikan contoh dalam menjalankan roda pemerintahan serta kehidupan berbangsa. Hal ini krusial mengingat tantangan kontemporer yang dihadapi Indonesia. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah berbagai disrupsi.
Pentingnya Meneladani Nilai Luhur Pendiri Bangsa
Profesor Arief Hidayat menegaskan bahwa meneladani para pendiri bangsa adalah keharusan bagi setiap warga negara, khususnya generasi muda. "Kita harus sama-sama meneladani apa yang diberikan oleh para pendiri negara ini, salah satunya ideologi Pancasila," kata Prof Arief. Ideologi Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang sarat akan nilai-nilai persatuan.
Para pendiri bangsa dengan gigih telah mewariskan semangat gotong royong dan persatuan yang kuat. Semangat ini menjadi pilar utama dalam membentuk identitas nasional dan menjaga keutuhan wilayah Indonesia. Keteladanan mereka dalam merumuskan Pancasila menunjukkan visi jauh ke depan untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.
Arief Hidayat, yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PA GMNI periode 2021–2026, menekankan bahwa nilai-nilai ini tidak boleh pudar. "Saya kira keteladanan para pendiri bangsa itu, perlu diteruskan dan menjadi contoh dalam menjalankan negara ini," ujarnya. Melalui peneladanan ini, diharapkan generasi penerus mampu menghadapi berbagai dinamika zaman dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebangsaan.
Tantangan Kohesi Sosial dan Peran Generasi Muda
Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Ilmu Hukum dan Tata Negara itu menyoroti kondisi kohesi sosial di Indonesia yang sedang melemah. Era disrupsi informasi yang masif turut berdampak pada persatuan, kesatuan, dan toleransi antarwarga negara. Fenomena ini menjadi perhatian serius yang memerlukan tindakan konkret dari semua pihak.
Arief Hidayat mengingatkan bahwa melemahnya kohesi sosial dapat mengancam stabilitas nasional. Oleh karena itu, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan. Mereka diharapkan mampu menyaring informasi, memperkuat toleransi, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Tanggung jawab kita, jangan sampai Indonesia menjadi negara yang gagal," katanya menegaskan. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi penerus. Dengan meneladani semangat para pendiri bangsa, generasi muda dapat berkontribusi aktif dalam membangun kembali kohesi sosial dan menjaga persatuan Indonesia.
Kehadiran Arief Hidayat di Palu sendiri adalah dalam rangka pelantikan DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Momen ini menjadi platform penting untuk menyuarakan kembali nilai-nilai kebangsaan kepada para alumni dan anggota GMNI, yang mayoritas adalah generasi muda.
Sumber: AntaraNews