Trivia: 125 Santri Yatim-Duafa Terima Beasiswa, NU Care-LAZISNU Salurkan Bantuan Spesial Hari Santri 2025
NU Care-LAZISNU salurkan beasiswa kepada ratusan santri yatim dan duafa di berbagai daerah, termasuk Yordania, dalam rangka Hari Santri 2025. Bagaimana dampak bantuan ini?
NU Care-LAZISNU telah menyalurkan bantuan dan beasiswa signifikan kepada para santri. Penyaluran ini ditujukan bagi santri yatim dan duafa di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, bantuan juga menyasar mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di Yordania.
Kegiatan mulia ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri 2025. Inisiatif ini menunjukkan komitmen organisasi terhadap pendidikan dan kesejahteraan umat. Bantuan disalurkan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan penerima.
Pengurus LAZISNU PBNU, Syarifuddin, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda Hari Santri PBNU. Ini adalah implementasi amanat PBNU untuk menebarkan kemaslahatan. Dana berasal dari pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah.
Fokus Penyaluran Beasiswa NU Care-LAZISNU untuk Santri Yatim dan Duafa
Penyaluran beasiswa dan bantuan oleh NU Care-LAZISNU mencakup sejumlah daerah di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Salah satu titik utama penyaluran beasiswa ini adalah Pondok Pesantren Yatim dan Tahfidz Al-Anshor, yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.
Syarifuddin menjelaskan bahwa pemilihan Pondok Pesantren Al-Anshor sangat tepat. Seluruh santri di pesantren tersebut merupakan anak yatim dan duafa yang juga penghafal Al-Quran. Hal ini selaras dengan kewajiban untuk mendistribusikan program zakat dan sedekah kepada mereka yang membutuhkan.
Di Pondok Pesantren Al-Anshor, beasiswa diberikan kepada 125 santri. Selain itu, 25 guru yang mengajar di pesantren tersebut juga turut menerima bantuan. Ini menunjukkan perhatian menyeluruh terhadap ekosistem pendidikan di pesantren tersebut.
Apresiasi dan Harapan dari Pondok Pesantren Al-Anshor
Pengasuh Pondok Pesantren Yatim dan Tahfidz Al-Anshor, KH Nafis Qurtubie, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur mendalam. Beliau menghargai kepedulian NU Care-LAZISNU terhadap para santri yatim penghafal Al-Quran. "LAZISNU membuktikan bahwa pada Hari Santri ini peduli kepada anak-anak yatim dan penghafal Al Quran," ujarnya.
Kiai Nafis menjelaskan bahwa Pesantren Al-Anshor secara khusus fokus membina anak-anak yatim penghafal Al-Quran. Saat ini, terdapat sekitar 150 santri mukim yang tinggal di asrama dan 250 santri non-asrama. Semua santri belajar tanpa dipungut biaya, menegaskan misi sosial pesantren.
Pada peringatan Hari Santri 2025, Kiai Nafis berharap para santri dapat menggunakan momentum ini untuk meningkatkan semangat. "Kami berharap para santri menggunakan momentum semangatnya untuk semangat jihad, semangat belajar, semangat berkontribusi untuk agama, bangsa dan negara," kata dia.
Ragam Program NU Care-LAZISNU dalam Peringatan Hari Santri 2025
Dalam menyemarakkan Hari Santri 2025, NU Care-LAZISNU memiliki berbagai kegiatan yang mengacu pada lima pilar program utama. Pilar-pilar tersebut meliputi Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan, Dakwah dan Kemanusiaan, serta Lingkungan. Setiap pilar dirancang untuk memberikan dampak positif yang luas.
Di pilar pendidikan, implementasinya berupa penyaluran beasiswa bagi santri dan guru ngaji. Selain itu, ada pelatihan jurnalistik dan literasi keuangan syariah untuk meningkatkan kapasitas. Sementara itu, pilar ekonomi diwujudkan melalui penyaluran gerobak dan modal usaha, serta mentoring UMKM untuk mendorong kemandirian.
Pilar kesehatan berupa kegiatan layanan kesehatan gratis, skrining mata, dan pembagian kacamata gratis bagi santri. Kemudian, pilar dakwah dan kemanusiaan mencakup santunan santri yatim dan guru honorer, pembagian mushaf Al-Quran, serta pembagian perlengkapan ibadah untuk mendukung kegiatan keagamaan.
Terakhir, pilar lingkungan diisi dengan kegiatan berupa pelatihan masjid hijau dan inklusif. Selain itu, ada juga program penanaman pohon produktif. Ini menunjukkan komitmen NU Care-LAZISNU terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara holistik.
Sumber: AntaraNews