Bantuan Bencana Sumatera Gontor: Lebih dari 9 Ton Sembako Disalurkan untuk Korban Terdampak

Keluarga besar Pesantren Gontor bersama Laznas Darunnajah menyalurkan Bantuan Bencana Sumatera Gontor berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya, dengan total lebih dari sembilan ton, kepada masyarakat yang terdampak di berbagai wilayah Sumatera.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bantuan Bencana Sumatera Gontor: Lebih dari 9 Ton Sembako Disalurkan untuk Korban Terdampak
Keluarga besar Pesantren Gontor bersama Laznas Darunnajah menyalurkan Bantuan Bencana Sumatera Gontor berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya, dengan total lebih dari sembilan ton, kepada masyarakat yang terdampak di berbagai wilayah Sumatera. (AntaraNews)

Keluarga besar Pesantren Gontor, berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Darunnajah, telah menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga bagi para korban bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera. Bantuan ini, dengan total berat lebih dari sembilan ton, difokuskan untuk meringankan beban masyarakat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Proses penyaluran bantuan ini diberangkatkan dari Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, pada Kamis, 25 Desember 2025, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap saudara-saudara yang tengah menghadapi kesulitan pascabencana.

Aksi kemanusiaan ini merupakan hasil gotong royong dari berbagai elemen, mulai dari santri, alumni, guru, hingga masyarakat umum yang turut berkontribusi. Bantuan yang terkumpul mencakup sembako dan kebutuhan hidup dasar lainnya, dengan perkiraan nilai total mencapai sekitar Rp700 juta. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dukungan signifikan dalam upaya pemulihan pascabencana yang melanda wilayah-wilayah tersebut.

K.H. Hadiyanto Arief, Ketua panitia pelepasan bantuan, menegaskan bahwa penyaluran ini adalah manifestasi dari semangat kepedulian sosial yang kuat di lingkungan pesantren. Ia berharap Bantuan Bencana Sumatera Gontor ini dapat benar-benar bermanfaat serta mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.

Penyaluran bantuan kemanusiaan ini melibatkan pengiriman lebih dari sembilan ton logistik, terdiri dari sembako, perlengkapan salat, pakaian layak pakai, Al-Qur'an, perlengkapan tidur, air mineral, serta bantuan uang tunai. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana dan barang dari berbagai kalangan, menunjukkan tingginya solidaritas.

K.H. Hadiyanto Arief menyatakan, "Bantuan ini merupakan hasil pengumpulan bersama dari berbagai kalangan. Ini adalah wujud kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana." Keterlibatan santri, guru, alumni, serta masyarakat umum dalam penggalangan dana ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan pengabdian.

Dukungan ini sangat krusial mengingat bencana alam di Sumatera telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah, mengganggu aktivitas ekonomi, dan membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal. Kehadiran Bantuan Bencana Sumatera Gontor diharapkan dapat meringankan beban hidup mereka dan menjadi dorongan moral untuk bangkit kembali.

Dalam proses distribusinya, Laznas Darunnajah melibatkan sejumlah pondok pesantren lokal di wilayah penerima untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan. Pondok Pesantren Mawaridussalam dan Pondok Pesantren Darul Hijrah Al-Madaniyah Gayo Lues menjadi bagian penting dalam jaringan distribusi ini.

Penyaluran juga didukung penuh oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) dan Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah (IKPDN) Sumatera Utara. Tim relawan menempuh jalur darat untuk menjangkau berbagai pesantren di sepanjang jalur distribusi, termasuk Pondok Modern Arrosyid, Pesantren Modern Darul Hijrah Al-Madaniyah, serta Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah.

Aksi kemanusiaan ini turut diperkuat oleh dukungan dari berbagai pihak lain, seperti Amidas Gontor, DMX Cargo, dan Rene Book Turos Pustaka. Direktur Amidas Gontor, M. Hanif Hafidz, menjelaskan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu komponen penting dari Bantuan Bencana Sumatera Gontor adalah penyediaan air bersih. Amidas Gontor, sebagai unit usaha Pondok Modern Darussalam Gontor yang memproduksi air minum dalam kemasan, menyumbangkan 250 karton air mineral.

M. Hanif Hafidz menekankan, "Air bersih merupakan kebutuhan mendasar dalam situasi bencana. Melalui penyaluran bantuan ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban para korban." Ketersediaan air bersih sangat vital untuk menjaga kesehatan dan sanitasi di lokasi bencana.

Seluruh pihak yang terlibat berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban sesaat, tetapi juga mendukung proses pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak. Kolaborasi lintas lembaga pesantren dan mitra ini mencerminkan semangat solidaritas yang kuat dalam menghadapi tantangan bersama. Upaya ini menjadi bukti nyata kepedulian yang berkelanjutan dari Pesantren Gontor dan mitranya terhadap sesama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi