Transformasi Peran Humas Imigrasi: Dari Pencitraan Menjadi Instrumen Strategis Penjaga Kepercayaan Publik
Plt Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman menegaskan peran strategis Humas Imigrasi harus adaptif dan responsif, bukan sekadar pencitraan, demi menjaga kepercayaan publik.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman secara tegas menyatakan bahwa fungsi kehumasan di lingkungan Imigrasi harus bertransformasi. Ia menekankan bahwa peran ini tidak boleh lagi terjebak pada rutinitas seremonial yang bersifat pencitraan semata, melainkan harus menjadi instrumen strategis yang adaptif dan responsif.
Penegasan ini disampaikan dalam konteks menjaga kepercayaan publik serta sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada masyarakat luas. Yuldi Yusman menyampaikan pandangannya ini di Bandung, Jawa Barat, sehubungan dengan penyelenggaraan Anugerah Humas Imigrasi Indonesia (AHII) 2025.
Acara AHII 2025 tersebut merupakan puncak evaluasi kinerja komunikasi publik bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi di seluruh Indonesia. Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong setiap UPT meningkatkan standar transparansi dan kualitas layanan informasi kepada masyarakat.
Transformasi Peran Humas Imigrasi Menuju Akuntabilitas
Yuldi Yusman menyoroti pentingnya peran Humas Imigrasi yang lebih dari sekadar penampilan. Menurutnya, insan kehumasan Imigrasi wajib terus adaptif, responsif, dan berintegritas dalam menghadapi berbagai dinamika isu keimigrasian yang berkembang pesat. "Ini bukan sekadar pencitraan, melainkan bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada masyarakat," ujar Yuldi dalam keterangan resminya.
Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran paradigma dalam fungsi kehumasan, dari sekadar menjaga citra menjadi pilar utama akuntabilitas dan transparansi. Transformasi ini krusial untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik adalah akurat dan dapat dipercaya, sehingga memperkuat fondasi kepercayaan masyarakat terhadap institusi Imigrasi.
Fokus pada adaptabilitas dan responsivitas juga menunjukkan kesadaran Imigrasi terhadap kecepatan penyebaran informasi di era digital. Dengan demikian, Humas Imigrasi diharapkan mampu mengelola arus informasi secara efektif, baik dalam situasi normal maupun saat terjadi krisis komunikasi, demi menjaga stabilitas dan reputasi lembaga.
AHII 2025: Barometer Kualitas dan Transparansi Komunikasi Publik
Anugerah Humas Imigrasi Indonesia (AHII) 2025, yang diselenggarakan di salah satu hotel di kawasan Gatot Subroto Bandung, ditekankan bukan sekadar ajang pembagian piala. Yuldi Yusman mengingatkan bahwa kompetisi ini berfungsi sebagai mekanisme standarisasi kualitas layanan informasi di seluruh UPT Imigrasi. Ini mendorong setiap unit untuk meningkatkan standar transparansi mereka secara signifikan.
Kompetisi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan pengaduan masyarakat yang dikenal sebagai "the most caring one" hingga keterbukaan informasi melalui media digital. Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi Sandi Aryadi turut mengapresiasi kinerja Humas Imigrasi, termasuk perwakilan di luar negeri, yang dinilainya berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan publik. "Saya mengapresiasi kinerja Humas Imigrasi hingga perwakilan luar negeri. Kerja keras mereka berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik keimigrasian yang kita rasakan saat ini," kata Sandi.
Korelasi erat antara kinerja Humas Imigrasi yang baik dan tingkat kepuasan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa investasi dalam komunikasi publik yang efektif sangat penting. AHII 2025 menjadi platform untuk mengidentifikasi dan menghargai praktik terbaik, sekaligus memotivasi unit-unit lain untuk mencapai standar serupa dalam pelayanan informasi.
Prestasi Kantor Imigrasi Bandung dan Implikasi Regional
Dalam ajang AHII 2025 yang mempertandingkan delapan kategori strategis, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung berhasil mencatatkan prestasi gemilang. Mereka memborong penghargaan di tengah peran gandanya sebagai mitra penyelenggara acara. Kantor Imigrasi Bandung meraih gelar Terbaik Pertama untuk kategori Best Company Profile (Video Profile) dan Terbaik Kedua untuk kategori Magazine (Majalah & Tabloid).
Capaian ini bukan hanya sekadar pengakuan atas kerja keras, melainkan juga menandakan kesiapan infrastruktur komunikasi digital di Jawa Barat telah memenuhi standar nasional. Hal ini krusial dalam mendiseminasikan kebijakan keimigrasian kepada publik secara efektif dan efisien. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa UPT di daerah mampu bersaing dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kualitas komunikasi publik Imigrasi secara keseluruhan.
Rangkaian kegiatan seperti ini, yang bermula dari forum Communigration (Kopdar Humas) sejak tahun 2019, telah menjadi barometer tahunan kompetensi petugas Imigrasi. Forum ini mengukur kemampuan dalam mengelola arus informasi, menangani krisis komunikasi, serta menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Prestasi Kantor Imigrasi Bandung menegaskan bahwa upaya peningkatan kapasitas Humas Imigrasi terus membuahkan hasil nyata.
Sumber: AntaraNews