Politisi Gerindra Hendarsam Marantoko Dilantik sebagai Dirjen Imigrasi Ditunjuk Langsung Prabowo
Sosok yang dilantik adalah Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi, menggantikan Brigjen Pol. Yuldi Yusman yang sebelumnya dijabat.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, melantik dan memimpin pengambilan sumpah Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rabu (1/4), di Jakarta.
Sosok yang dilantik adalah Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi, menggantikan Brigjen Pol. Yuldi Yusman yang sebelumnya dijabat sebagai pelaksana tugas.
Dalam sambutannya, Agus menyampaikan selamat kepada kedua pejabat yang baru dilantik, sekaligus menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan membawa tanggung jawab yang melampaui sekadar pelaksanaan tugas administratif.
"Semoga amanah yang resmi saudara emban mulai hari ini bukan hanya sekadar menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan, tetapi juga sebagai panutan dalam profesionalisme dan etika kerja," ujar Agus di Kantor Imigrasi, Jakarta, Rabu (1/4).
Kabinet Merah Putih
Ia mengingatkan bahwa Kemenimipas, sebagai bagian dari Kabinet Merah Putih, mengemban kewenangan yang merupakan pendelegasian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, seluruh jajaran kementerian dituntut memberikan kontribusi terbaik demi mendukung tercapainya tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam alinea keempat UUD 1945.
"Perlu kita sadari bahwa segala kewenangan yang kita miliki adalah merupakan pendelegasian dari kewenangan Bapak Presiden kepada kita sekalian," tegasnya.
Menteri Agus juga menekankan bahwa seluruh anggaran yang membiayai kegiatan kementerian bersumber dari uang rakyat, sehingga setiap rupiah yang dibelanjakan harus sepenuhnya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Anggaran yang membiayai seluruh kegiatan kita adalah uang rakyat. Jadi penggunaannya harus berorientasi untuk memberikan kontribusi bagi upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Rutinitas Jabatan
Menteri Agus turut menyampaikan pesan filosofis yang mendalam kepada seluruh hadirin. Ia mengajak para pejabat untuk memandang setiap momen sebagai kesempatan baru untuk berbuat bermakna, alih-alih terbebani oleh rutinitas jabatan semata.
"Setiap saat adalah baru. Dan yang kita jalani adalah sisa. Mudah-mudahan sisa perjalanan yang ada adalah manfaat kepada orang lain. Mudah-mudahan di sisa waktu yang ada bersama kita, bukan hanya kelihatan hidup, tetapi benar-benar hidup," tuturnya.
Dengan kerangka pikir tersebut, Menteri Agus mendorong seluruh jajaran untuk melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu dan menatap ke depan dengan orientasi yang jelas: menjadi berarti bagi sesama.
"Saudara sekalian telah mencapai puncak jabatan, namun arah gerak saudara ke depan akan menentukan seberapa besar makna kehadiran saudara bagi institusi, masyarakat, bangsa, dan negara," jelas dia.
Pencapaian puncak karier, tegasnya, bukanlah tujuan akhir. Ia mengingatkan bahwa jabatan tertinggi sekalipun hanya bermakna apabila digunakan sebagai sarana untuk meninggalkan jejak kebaikan.
"Jadikan jabatan ini sebagai alat untuk memperluas manfaat, bukan sekadar gelar atau untuk kebanggaan pribadi semata. Manfaatkan kesempatan yang baik ini untuk menciptakan perubahan yang bermakna, memperkaya pengalaman, dan meninggalkan warisan kebaikan bagi generasi pengganti dan penerus," pesan dia.
Menteri Agus Berpesan agar Menjadikan 15 Program
Kepada Hendarsam Marantoko selaku Direktur Jenderal Imigrasi yang baru, Menteri Agus berpesan agar menjadikan 15 Program Aksi Kemenimipas sebagai pedoman dalam mengembangkan dan mengoptimalkan kebijakan serta program-program keimigrasian
"Semoga di bawah kepemimpinan Bapak, Imigrasi memberikan pelayanan semakin baik kepada masyarakat, menjadi instansi yang kuat, dan mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi yang lain," pesan Menteri Agus.
Sebagai informasi, selain Hendarsam Marantoko, Kementerian Imigrasi juga melantik Iwan Santoso sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum Kemenimipas.
Latar Belakang
Diketahui, Hendarsam bukanlah sosok asing. Dia memiliki latar belakang sebagai seorang pengacara dan juga politisi Partai Gerindra, dengan jabatan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Bidang Hukum.
Menjabatnya Hendarsam sebagai Dirjen Imigrasi terbilang kontroversial. Sebab hal itu dilakukan saat Imigrasi tengah melakukan seleksi terbuka terhadap jabatan definitif setingkat eselon satu.
Seleksi pertama dilakukan pada 22 Juli hinga 23 September 2025 dan muncul tiga nama, Yuldi Yusman, Ibnu Ismoyo dan Ahmad Purbaja. Untuk memilih tiga nama tersebut, ketiganya pun menjalani selesi tahap berikutnya, yang berlangsung pada 9-27 Maret 2026.
Namun proses yang tengah berjalan itu harus berhenti karena Presiden Prabowo melakukan penunjukan langsung dengan keputusan presiden (Keppres) terhadap Hendrasam. Proses seleksi pun secara otomatis tidak dilanjukan.