Transaksi Festival Ekonomi Syariah Banten Tembus Rp3,1 Miliar, BI Banten Optimis Potensi Besar
Bank Indonesia Provinsi Banten mencatat **transaksi Festival Ekonomi Syariah Banten** mencapai Rp3,1 miliar, menunjukkan potensi besar ekonomi syariah di wilayah tersebut. Simak upaya BI kembangkan ekosistem syariah dan UMKM!
Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten berhasil mencatat pencapaian signifikan dalam upaya pengembangan ekonomi syariah di wilayahnya. Melalui gelaran Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Kota Tangerang Selatan, Banten, total transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp3,1 miliar.
Angka fantastis ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi selama tiga hari pelaksanaan festival tersebut hingga penutupan kemarin. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza Ma'ruf Moesa, mengungkapkan bahwa nilai transaksi yang besar ini menjadi indikator positif.
Festival ini secara khusus dirancang untuk memperluas ekosistem ekonomi syariah, mengingat potensi besar yang dimiliki Provinsi Banten. BI Provinsi Banten berkomitmen untuk terus memperkuat dan memperluas jangkauan ekonomi syariah di seluruh daerah.
Antusiasme Tinggi dan Transaksi Festival Ekonomi Syariah Banten yang Mengesankan
Festival Shafara dan Digiwara 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Banten sukses menarik perhatian publik. Tingginya minat masyarakat terlihat dari total transaksi yang mencapai Rp3,1 miliar selama acara berlangsung.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa sektor ekonomi syariah memiliki daya tarik kuat dan potensi pertumbuhan yang signifikan di Banten. Ameriza Ma'ruf Moesa menekankan bahwa festival ini bukan hanya ajang transaksi, tetapi juga wadah edukasi.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu perkembangan lebih lanjut dan mendorong partisipasi lebih banyak pihak. Dengan demikian, ekosistem ekonomi syariah di Provinsi Banten dapat semakin kokoh dan inklusif.
Strategi BI Banten Perluas Ekosistem Ekonomi Syariah
Bank Indonesia Provinsi Banten tidak berhenti pada penyelenggaraan festival semata. Pihaknya terus mencari terobosan inovatif untuk pengembangan ekonomi syariah yang lebih luas. Salah satu fokus utama adalah optimalisasi peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Sebagai langkah awal, BI Provinsi Banten telah meluncurkan proyek percontohan dengan Masjid Raya Bintaro. Program ini mengoptimalkan wakaf produktif sebagai dana bergulir (revolving fund) untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain itu, BI juga aktif mendorong pertumbuhan UMKM dan memperkuat aspek edukasi kepada para pelaku usaha. Ameriza Ma'ruf Moesa meyakini bahwa sosialisasi dan edukasi adalah kunci utama untuk membuka potensi ekonomi keuangan syariah di Banten.
Dengan strategi komprehensif ini, BI Provinsi Banten optimis bahwa potensi ekonomi keuangan syariah dapat berkembang lebih cepat. Pekerjaan rumah saat ini adalah memastikan informasi dan pemahaman tentang ekonomi syariah tersebar luas.
Wastra Banten dan Potensi Ekonomi Kreatif
Festival Shafara dan Digiwara 2026 juga menjadi panggung penting bagi kekayaan wastra Banten. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengungkapkan bahwa acara ini menjadi momentum memperkenalkan aneka produk wastra.
Tinawati berharap kegiatan ini dapat memantik desainer muda untuk menggunakan kearifan lokal wastra Banten dalam karya-karya mereka. Dengan demikian, potensi ekonomi kreatif di Banten dapat terus berkembang dan menghasilkan generasi desainer berbakat.
Sebagai bagian dari festival, diselenggarakan pula Final Lomba Desainer Muda tingkat SMK. Alifia Zhafarina dari SMKN 3 Kota Tangerang berhasil meraih juara pertama, diikuti Nur Anisa dari Jaya Buana dan Audrey Kinan dari SMKN 3 Kota Tangerang.
Keterlibatan Dekranasda dan lomba desain ini menunjukkan sinergi antara pengembangan ekonomi syariah dan pelestarian budaya lokal. Hal ini juga membuka peluang baru bagi para pelaku ekonomi kreatif di Banten.
Kolaborasi dan Jaringan Luas dalam Festival
Kesuksesan Festival Shafara dan Digiwara 2026 tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Festival ini melibatkan 18 lembaga keuangan syariah, menunjukkan dukungan kuat dari sektor finansial syariah.
Selain itu, 35 UMKM turut berpartisipasi, memamerkan produk-produk unggulan mereka kepada masyarakat luas. Delapan brand kopi lokal juga turut meramaikan acara, menambah variasi produk yang ditawarkan.
Salah satu daya tarik lainnya adalah kehadiran Jawara Mart, sebuah supermarket yang didukung oleh 114 pemasok dari UMKM se-Banten. Keberadaan Jawara Mart memperkuat ekosistem UMKM dan memberikan platform bagi produk lokal.
Partisipasi luas ini mencerminkan komitmen bersama untuk memajukan ekonomi syariah dan UMKM di Provinsi Banten. Jaringan yang terbentuk diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif jangka panjang.
Sumber: AntaraNews