Bank Indonesia (BI) secara tegas menyatakan bahwa Ekonomi Syariah (Eksyar) kini menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi baru di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Imam Hartono, yang menegaskan Eksyar bukan sekadar alternatif, melainkan bagian integral dari strategi pembangunan nasional. Langkah strategis ini bertujuan untuk membuka keberkahan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Upaya pengembangan Ekonomi Syariah di KTI terus digencarkan melalui sinergi kuat antara komunitas, pesantren, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem Eksyar yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi dan memperkuat stabilitas di KTI.
Salah satu momentum penting dalam mendorong sinergi ini adalah Festival Ekonomi Syariah (FESyar) KTI 2025 yang baru saja diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat. Acara akbar selama empat hari, dari 29 Agustus hingga 1 September 2025, ini menjadi wadah bagi seluruh elemen untuk bersatu mendukung penguatan Ekonomi Syariah. FESyar KTI diharapkan mampu memperkuat stabilitas dan transformasi ekonomi di KTI secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Ekonomi Syariah dalam Pembangunan Nasional
Bank Indonesia memandang Ekonomi Syariah sebagai pilar penting yang mampu membawa dampak positif bagi perekonomian nasional, khususnya di KTI. Konsep Eksyar yang berlandaskan nilai-nilai luhur Islam ini diharapkan dapat menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil dan merata. Penerapannya bukan hanya sekadar alternatif, melainkan sebuah keharusan untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang komprehensif.
Di Kawasan Timur Indonesia, pengembangan Ekonomi Syariah diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif. Sinergi antara komunitas lokal, lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, dan UMKM menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda perekonomian syariah. Pendekatan ini memastikan bahwa manfaat Eksyar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, dari hulu hingga hilir.
Kehadiran FESyar KTI menjadi bukti nyata komitmen Bank Indonesia dan berbagai pihak dalam memajukan Ekonomi Syariah. Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga platform untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antar pelaku Eksyar. Melalui acara semacam ini, diharapkan stabilitas ekonomi regional dapat ditingkatkan dan transformasi menuju ekonomi yang lebih inklusif dapat dipercepat.
Advertisement
Advertisement
Capaian Nyata FESyar KTI 2025 dan Dampaknya
Festival Ekonomi Syariah (FESyar) KTI 2025 mencatat kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan produk halal dan pembiayaan syariah. Rangkaian acara ini berhasil menghimpun transaksi penjualan produk halal dari 22 provinsi di wilayah KTI, menunjukkan potensi pasar yang besar. Keberhasilan ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan sektor halal di Indonesia bagian timur.
Salah satu capaian penting lainnya adalah temu bisnis antara UMKM dengan lembaga keuangan syariah. Pertemuan ini berhasil memfasilitasi penyaluran pembiayaan sebesar Rp15,8 miliar, memberikan akses modal vital bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. Dukungan finansial ini diharapkan dapat mendorong ekspansi bisnis dan peningkatan kapasitas produksi UMKM syariah.
FESyar KTI juga berperan aktif dalam menciptakan ekosistem halal yang aman dan sehat. Gelaran ini menghasilkan implementasi 16 titik Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (Zona KHAS) yang tersebar di berbagai lokasi. Selain itu, sebanyak 2.240 sertifikasi halal berhasil difasilitasi bagi UMKM se-KTI, meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk.
Advertisement
Inisiatif seperti Zona KHAS dan fasilitasi sertifikasi halal ini sangat krusial dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan syariah. Dengan adanya jaminan kehalalan dan keamanan, UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional. Ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat Ekonomi Syariah dunia.
Advertisement
Potensi Besar Kalimantan Barat dan Visi Ekonomi Syariah 2029
Kalimantan Barat (Kalbar) diidentifikasi memiliki potensi besar dalam pengembangan produk halal. Komoditas unggulan seperti sawit, karet, kopi, lidah buaya, dan perikanan dapat diolah menjadi produk halal bernilai tambah tinggi. Diversifikasi produk ini membuka peluang baru bagi peningkatan nilai ekonomi daerah dan kesejahteraan petani serta nelayan.
Selain itu, akses perdagangan internasional melalui pintu perbatasan Entikong dan Aruk memberikan keuntungan strategis bagi Kalbar. Lokasi ini membuka peluang ekspor produk halal ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, dan kawasan ASEAN. Potensi ini diperkuat dengan pariwisata halal berbasis budaya Islam-Melayu, dengan ikon Sungai Kapuas dan Tugu Khatulistiwa yang menarik wisatawan.
FESyar KTI ini merupakan bagian dari rangkaian besar menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 yang akan diselenggarakan pada Oktober 2025 di Jakarta. Acara puncak ini akan menjadi ajang konsolidasi dan promosi Ekonomi Syariah di tingkat nasional dan internasional. Kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk mencapai visi besar.
Advertisement
Bank Indonesia bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) serta seluruh mitra strategis berkomitmen untuk terus berkolaborasi. Fokus utama adalah memperkuat rantai nilai halal, mengembangkan pembiayaan syariah yang inklusif dan adaptif, serta meningkatkan literasi dan inklusi Ekonomi Syariah. Tujuan akhir adalah mewujudkan Indonesia sebagai pusat Ekonomi Syariah dunia pada tahun 2029, berakar pada nilai-nilai luhur Islam.
Sumber: AntaraNews