Titiek Soeharto Soroti Tingginya Harga Beras di Tengah Stok Melimpah
Titiek mengecek stok beras di Gudang Bulog Makassar.
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menyoroti masih tingginya harga beras di tengah stok yang melimpah. Hal tersebut disampaikan Titiek Soeharto saat meninjau Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Makassar, Senin (11/8).
Ia mengatakan Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan ke Gudang Bulog Makassar untuk melihat sistem kerja mesin Rice to Rice Machine. Titik mengatakan dengan adanya mesin tersebut bisa meningkatkan kualitas beras.
"Ini bukan ngoplos beras ya. Ini beras dicantikin, ditingkatkan kualitasnya. Jadi bukan si beras jelek sama bagus dicampur, enggak. Ini dinaikkan kualitasnya, grade-nya," ujarnya kepada wartawan.
Dia berharap mesin Rice to Rice di seluruh daerah di Indonesia. Ia juga berharap Koperasi Merah Putih yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto juga memiliki mesin tersebut.
"Jadi, mesin ini mengubah beras yang ada batunya, masih ada gabahnya, yang kualitasnya kurang bagus menjadi beras premium. Ini luar biasa, jadi bisa diterapkan mungkin ya di daerah-daerah lain," harapnya.
Selain melihat kinerja mesin Rice to Rice, Titiek mengecek stok beras di Gudang Bulog Makassar. Ia menyebut stok beras untuk wilayah Sulsel dan Sulbar sangat cukup yakni 500 ribu ton.
"Kami mengecek juga sisa-sisa impor beras yang tahun lalu itu harus segera dikeluarkan. Dan ini pelan-pelan sudah dikeluarkan. Jadi, untuk cadangan beras di susel ini mencukupi," kata dia.
Meski dalam kondisi surplus beras, Titiek menyoroti masih tingginya harga beras. Titiek meminta agar Bulog bersama Badan Pangan untuk segera melakukan intervensi.
"Ya, ini memang tugasnya bulog dan Badan Pangan untuk intervensi pasar. Kalau harganya naik, mereka harus lepas SPHP itu, supaya harganya normal kembali," tutur mantan Istri Presiden Prabowo Subianto ini.
Ia berharap dengan adanya intervensi dari Bulog dan Badan Pangan, harga beras bisa segera kembali normal. Ia menegaskan harga beras jangan sampai dipermaikan oleh segilintir orang.
"Buat perhatian para bulog ini, di tempat-tempat tertentu ini, jangan sampai harganya melambung-lambung. Kita dipermainkan pasar dengan harga ini. Nanti rakyat yang kena ini," ucapnya.