Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto memimpin rapat dengan Kementerian Pertanian, Amran Sulaiman. Ia meminta pemerintah mengusut tuntas kasus beras premium yang dioplos dengan beras berkualitas rendah.
Beras premium yang dioplos itu kini telah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat dan menyebabkan kerugian yang besar. Hal itu membuat Titiek meminta agar Amran serius menangani masalah ini.
Terlebih, pemerintah saat ini sedang berjuang untuk mencapai cita-cita besar yaitu swasembada beras. Bagaimana momen lengkapnya? Simak ulasannya sebagai berikut.
Advertisement
Titiek Soeharto dalam rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025) meminta agar Menteri Pertanian, Amran Sulaiman memberantas perusahaan nakal yang mengoplos beras premium dengan beras berkualitas rendah.
Titiek meminta agar Menteri Amran segera menyelesaikan persoalan beras karena sudah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Ia memberi saran agar para perusahaan nakal tersebut dikasih efek jera.
“Mengenai beras oplosan ini, ini lagi rame sekali dibicarakan di masyarakat. Tadi pak Menteri sudah menjelaskan sebagian, tolong ini segera diselesaikan. Kalau memang ada yang nakal-nakal, itu yang nakal ya dikasih efek jera,” ucap Titiek.
Lebih lanjut Titiek mengatakan jika Kementerian Pertanian harus tegas dan tidak peduli dengan perusahaan besar maupun kecil. Semua harus diberi efek jera karena sudah merugikan masyarakat umum.
“Mau itu yang besar atau yang kecil harus dikasih efek jera supaya tidak merugikan masyarakat,” lanjut Titiek.
Advertisement
Sebelumnya, Mentan Amran menyampaikan bahwa pihaknya telah menindak lanjuti persoalan beras oplosan ini. Amran mengatakan jika ada 85 persen beras yang tidak sesuai dengan standar. Beras berkualitas rendah tapi dijual dengan harga premium.
“Kemudian 85 persen yang tidak sesuai standar. Ada yang dioplos, ada yang tidak dioplos, langsung ganti kemasan. Jadi ini semua beras curah tapi dijual dengan harga premium,” ucap Amran.
Di akhir kalimatnya, Menteri Pertanian, Amran meminta dukungan kepada Komisi IV DPR RI untuk memberantas semua perusahaan beras yang nakal. Pasalnya, tindakan ini menjadi momentum Mentan untuk menata ulang pengelolaan beras Indonesia.
“Insya Allah mudah-mudahan ke depan, mohon dukungan bu ketua, seluruh Komisi IV, dengan segala kerendahan hati kami mohon, karena ini masa depan pangan kita. Kesempatan juga memperbaiki,” ujar Amran.