Tim BPBD Kota Aceh Tak Kuasa Menahan Tangis, Banyak Jenazah Tak Tertangani
Dalam suara yang bergetar, ia menggambarkan betapa beratnya situasi yang dihadapi warga, menegaskan betapa seriusnya dampak bencana yang masih berlangsung.
Suasana haru mewarnai upaya penanganan bencana di Aceh Utara ketika seorang petugas BPBD Kota Aceh tak mampu menahan tangis saat menyampaikan laporan mengenai kondisi memilukan di wilayah yang dilanda banjir besar.
Dalam suara yang bergetar, ia menggambarkan betapa beratnya situasi yang dihadapi warga, menegaskan betapa seriusnya dampak bencana yang masih berlangsung.
Dalam video yang diunggah Oleh akun Instagram @undercover.id Selasa (2/12), ia mengungkap bahwa puluhan jenazah belum dapat dievakuasi karena seluruh akses menuju wilayah tersebut lumpuh total.
Petugas BPBD kota Aceh
Petugas BPBD kota Aceh itu menjelaskan bahwa jalur darat menuju Aceh Utara terputus, jaringan komunikasi padam total, serta pasokan BBM dan logistik kritis selama empat hingga lima hari terakhir.
"Anak bayi kami, lansia kami, semua jenazah kami sudah tidak bisa diangkut,” ujarnya Petugas BPBD kota Aceh.
Ia juga meminta masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan agar mengirimkannya melalui jalur air, mengingat seluruh akses darat tidak dapat dilalui.
"Kami sarankan ketika ingin mengirimkan bantuan berupa pakaian dan segala macam, harus melalui jalur air. Misalnya dari Pangkalan Susu. Kami akan sambut di sini dan menyeberangkan langsung ke kawasan Aceh Tamiang," ujarnya Petugas BPBD kota Aceh.
Sejumlah wilayah
Selain Aceh Utara, sejumlah wilayah lain seperti Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, dan Lhokseumawe juga dilaporkan mengalami dampak serupa. Dalam laporan tersebut, petugas BPBD mengungkap bahwa setidaknya 30 jenazah ditemukan di Aceh Utara, namun belum dapat dievakuasi karena sarana transportasi tidak tersedia.
Kondisi di lapangan diperparah dengan terputusnya aliran listrik dan distribusi air bersih. Pipa PDAM rusak diterjang banjir, membuat warga terisolasi tanpa pasokan air layak konsumsi. Jaringan telekomunikasi pun mengalami blackout, menghambat koordinasi tim penyelamat.
“Kami mohon bantuan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Aceh Utara sudah terata 30 Jenazah kami mohon, Kami sudah empat hari, lima hari, khusus akses, komunikasi, BBM, semuanya, Kami mohon,”ujarnya Petugas BPBD kota Aceh.
Menahan air mata
Dalam videonya, ia menutup dengan salam dan seruan ketangguhan sambil menahan air mata.
"Terima kasih. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam tangguh, salam kebencian," ucapnya Petugas BPBD kota Aceh.
Hingga kini, proses evakuasi jenazah dan distribusi logistik masih menghadapi kendala besar. Tim SAR, BPBD kota Aceh, dan relawan disebut terus berupaya menembus wilayah terdampak, sementara permintaan bantuan dari masyarakat dan pemerintah daerah terus mengalir.
Reporter Magang: Ahmad Subayu