BNPB Kirim 27 Ton Bantuan Logistik Lewat Laut untuk Korban Banjir Aceh yang Terisolasi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan 27 ton bantuan logistik dan peralatan evakuasi melalui jalur laut untuk korban banjir Aceh yang terisolasi, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BNPB Kirim 27 Ton Bantuan Logistik Lewat Laut untuk Korban Banjir Aceh yang Terisolasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) salurkan 27 ton Bantuan BNPB Aceh melalui jalur laut untuk lima wilayah terdampak banjir dan longsor, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi. (AntaraNews)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan 27 ton bantuan logistik dan peralatan evakuasi melalui jalur laut. Bantuan ini ditujukan untuk menjangkau lima kabupaten di Provinsi Aceh yang terdampak parah oleh banjir dan tanah longsor.

Pengiriman bantuan BNPB Aceh Banjir ini diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lhueu di Banda Aceh menggunakan kapal Express Bahari pada Minggu lalu. Kapal tersebut akan singgah di dua titik utama sebelum didistribusikan ke area sasaran.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat di Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang. Banyak area di wilayah ini masih terisolasi karena kerusakan jalan dan jembatan yang membuat akses darat terputus total.

Juru Bicara BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa jalur laut menjadi pilihan utama dalam penyaluran bantuan. Hal ini dikarenakan banyak wilayah terdampak masih terputus aksesnya akibat kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan.

“Jalur laut menjadi opsi utama untuk menyalurkan bantuan, mengingat banyak area terdampak masih terputus akibat kerusakan jalan dan jembatan yang ambruk,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan persnya. Koordinasi distribusi selanjutnya akan dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Selain itu, TNI dan Polri juga akan turut mendukung proses distribusi untuk memastikan bantuan dapat sampai kepada para penyintas dengan cepat. BNPB menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengiriman pasokan penting, termasuk makanan, tempat tinggal, dan layanan dasar, selama periode tanggap darurat.

Untuk distribusi melalui Pelabuhan Kreungku, BNPB menyiapkan beragam barang esensial guna mendukung warga yang mengungsi. Bantuan ini mencakup lima tenda untuk tempat penampungan sementara, satu generator untuk pasokan listrik, dan satu unit internet satelit Starlink untuk memastikan akses komunikasi tetap terjaga.

Satu perahu juga dikirim untuk membantu menjangkau area-area terisolasi. Guna memenuhi kebutuhan pangan mendesak, kargo tersebut membawa 50 kotak makanan siap saji, serta susu, minyak goreng, beras, dan air minum dalam kemasan. Keluarga juga menerima paket kebersihan, perlengkapan bayi, popok, pembalut wanita, kelambu, terpal, tenda keluarga, tempat tidur lipat, serta kebutuhan dasar lainnya seperti biskuit dan wafer.

Sementara itu, untuk rute Pelabuhan Kuala Langsa, BNPB mengirimkan set bantuan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Ini termasuk lima tenda dan tiga perahu untuk memperkuat kapasitas evakuasi, bersama dengan 50 kotak makanan siap saji dan 33 paket kebersihan. Keluarga juga diberikan perlengkapan bayi, popok, pembalut wanita, susu, dan minyak goreng. Pasokan tambahan seperti kelambu, terpal, tenda keluarga, tempat tidur lipat, beras, dan berbagai jenis makanan seperti biskuit dan wafer juga disertakan untuk memastikan masyarakat memiliki akses ke tempat tinggal dan nutrisi selama keadaan darurat.

Hujan lebat yang dipicu oleh siklon tropis langka di Selat Malaka telah menyebabkan banjir dan tanah longsor meluas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pekan ini. Musibah ini mengakibatkan korban jiwa yang signifikan serta kerusakan infrastruktur yang parah di berbagai wilayah.

Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi lebih dari 300 orang, dengan hampir 280 orang masih dinyatakan hilang. Sekitar 80.000 warga telah dievakuasi dari daerah terdampak, mencari perlindungan di tempat yang lebih aman.

Operasi penyelamatan masih menghadapi tantangan besar akibat jalan yang ambruk, jembatan yang rusak, dan akses terbatas ke komunitas terpencil. Pihak berwenang, didukung oleh militer dan polisi, terus melanjutkan upaya pencarian dan bantuan, sementara tempat penampungan darurat dan pasokan makanan didistribusikan kepada para penyintas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi