Terungkap! Harga Beras Papua di Keerom Melambung di Atas HET, Satgas Pangan Turun Tangan
Satgas Pangan Papua menemukan fakta mengejutkan: harga beras di Kabupaten Keerom dijual jauh di atas HET. Apa penyebab kenaikan harga beras Papua ini dan langkah selanjutnya?
Tim Satgas Pangan dan Pengendalian Harga Beras Daerah Provinsi Papua baru-baru ini mengungkap temuan signifikan terkait harga beras Papua. Pengecekan yang dilakukan di Kabupaten Keerom menunjukkan bahwa harga beras medium dan premium dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat setempat.
Kasatgas Pangan Papua, Kombes I Gusti Gde Era Adhinata, menjelaskan bahwa pemantauan lapangan dilakukan di sejumlah pasar, termasuk Pasar Rakyat Arso 2 di Keerom. Hasilnya, harga beras medium mencapai sekitar Rp16.500 per kilogram, sementara beras premium dijual hingga Rp18.000 per kilogram. Angka ini melampaui HET yang berlaku di Papua, yakni Rp15.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp15.800 per kilogram untuk beras premium.
Kegiatan pengecekan harga beras ini dilaksanakan pada Jumat (24/10) oleh personel gabungan dari Ditreskrimsus Polda Papua, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Bulog Kanwil Papua, dan Polres Keerom. Tim tidak hanya memantau harga di tingkat pedagang, tetapi juga memeriksa ketersediaan di distributor, pengecer, hingga meninjau lahan padi dan gudang penyimpanan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh.
Temuan Harga Beras di Atas HET
Pengecekan mendalam yang dilakukan oleh Satgas Pangan Papua di Kabupaten Keerom berhasil mengidentifikasi adanya disparitas harga beras yang mencolok. Beras, sebagai kebutuhan pokok, seharusnya dijual sesuai dengan HET yang ditetapkan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Namun, di beberapa lokasi seperti Pasar Rakyat Arso 2, praktik penjualan di atas harga standar menjadi perhatian serius.
Kombes Era Adhinata menyatakan, "Dari hasil pemantauan terungkap beras yang di jual di Kabupaten Keerom, seperti di Pasar Rakyat Arso 2, harga beras medium dijual sekitar Rp16.500/ kilogram dan beras premium sekitar Rp18.000/kilogram." Pernyataan ini menegaskan bahwa ada selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan HET yang berlaku. Kondisi ini berpotensi membebani konsumen, terutama di tengah kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Berikut adalah perbandingan HET beras di Papua dengan harga temuan di Keerom:
Langkah Preventif dan Kolaboratif Satgas Pangan
Tim Satgas Pangan tidak hanya fokus pada penemuan pelanggaran harga, tetapi juga melakukan upaya komprehensif untuk memahami rantai pasok beras. Mereka memantau ketersediaan beras mulai dari tingkat distributor, pengecer, hingga petani lokal. Selain itu, tim juga meninjau gudang beras di Polres Keerom yang memiliki kapasitas 15 ton, serta meninjau lahan padi di Arso 14 yang dikelola petani dengan hasil panen mencapai empat ton per musim.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dan aparat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pemantauan tidak hanya terbatas pada harga jual di pasar, tetapi juga mencakup aspek produksi dan penyimpanan. Hal ini penting untuk memastikan pasokan beras tetap stabil dan tidak ada praktik penimbunan yang dapat memperburuk kondisi harga.
Kombes Era Adhinata menegaskan tujuan dari kegiatan ini. "Kegiatan ini merupakan langkah preventif dan kolaboratif antara Polri dan instansi terkait dalam menjaga kestabilan pangan nasional sekaligus memastikan distribusi dan harga beras di Papua tetap terkendali serta tidak ada indikasi penimbunan atau praktik perdagangan yang merugikan masyarakat," ujarnya. Sinergi antarlembaga diharapkan dapat menciptakan ekosistem pangan yang lebih adil dan stabil bagi seluruh lapisan masyarakat di Papua.
Sumber: AntaraNews