Terungkap! 510 Sasaran Program Makan Bergizi Gratis di Kediri Terancam Tak Terlayani Akibat Perbedaan Data
Pemerintah Kota Kediri tengah mengevaluasi selisih data hingga 510 sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), berupaya optimalkan distribusi dan akurasi data demi generasi sehat.
Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, kini tengah mengevaluasi perbedaan data penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi ini dilakukan setelah ditemukan selisih antara laporan dari kader di lapangan dengan tim Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) Kota Kediri.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, Muh. Fajri Mubasysyir, menjelaskan bahwa terdapat deviasi signifikan. "Ada perbedaan jumlah data antara pelaporan dari kader dengan SPPG," kata Fajri di Kediri, Jumat.
Berdasarkan data terkini, jumlah sasaran yang terlayani versi kader adalah 2.830, sementara versi SPPG tercatat 3.340. Ini menunjukkan terdapat selisih atau deviasi sekitar 510 sasaran yang harus segera diselesaikan demi kelancaran dan ketepatan sasaran program Makan Bergizi Gratis.
Mengatasi Selisih Data Sasaran Makan Bergizi Gratis
Untuk mengatasi perbedaan data tersebut, Pemkot Kediri telah mengambil langkah konkret melalui penyelenggaraan workshop aplikasi data sasaran 3B. Workshop ini bertujuan mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan inisiatif prioritas Presiden RI dan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Program MBG menargetkan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Fajri menjelaskan, "Berdasarkan SK tersebut, workhshop untuk mengantisipasi data sasaran 3B yang sangat dinamis, distribusi MBG yang efisien dan efektif serta persebaran dapur SPPG yang sesuai lokasi.”
Dalam upaya ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi, akurasi data, dan efektivitas distribusi program MBG di lapangan.
Fokus pada Keamanan Pangan dan Efektivitas Distribusi
Selain persoalan data, Pemerintah Kota Kediri juga menaruh perhatian serius terhadap kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah. Oleh karena itu, standar izin sanitasi dan kelayakan makanan menjadi fokus penting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Walikota Kediri telah menerbitkan SK Nomor: 100.3.3.3/216/419.033/2025 tentang Satgas Percepatan Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program ini. Pembentukan satgas ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap aspek program berjalan optimal.
Fajri menegaskan pentingnya pengawasan langsung di lapangan. "Sekali waktu kami akan jadwalkan turun ke lapangan guna mengoreksi yang belum tepat, meningkatkan apa yang sudah baik agar pelayanan MBG di Kota Kediri dapat berjalan efektif, efisien, tepat sasaran serta semua sehat dan selamat,” ungkapnya.
Komitmen Pemkot Kediri untuk Generasi Sehat
Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi penting bagi masa depan generasi bangsa. Dengan menargetkan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, program ini berupaya menciptakan fondasi kesehatan yang kuat sejak dini.
Melalui workshop dan pemanfaatan aplikasi pencatatan data sasaran 3B, diharapkan peserta dapat memahami dan mengaplikasikan pencatatan data dengan akurat dan tepat waktu. Akurasi data menjadi kunci utama dalam memastikan setiap sasaran yang berhak menerima manfaat program ini.
Fajri berharap, "Serap ilmunya dengan baik dan mari kita sukseskan Program MBG untuk masa depan generasi yang lebih sehat dan kuat." Komitmen ini mencerminkan visi Pemkot Kediri untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya melalui program Makan Bergizi Gratis yang terkelola dengan baik.
Sumber: AntaraNews