Tegas! Gubernur Bali Ingatkan Kepala Kesbangpol Anyar: Ormas Aneh-Aneh Sudah Kau Gas Saja!
Kepala Kesbangpol baru yang terpilih ialah Gede Suralaga dan menggantikan Kepala Kesbangpol Bali yang lama, I Gusti Ngurah Wiryanata.
Gubernur Bali, I Wayan Koster meminta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, yang baru dilantik untuk tegas menghadapi preman yang berkedok organisasi masyarakat (Ormas).
Sementara, Kepala Kesbangpol baru yang terpilih ialah Gede Suralaga dan menggantikan Kepala Kesbangpol Bali yang lama, I Gusti Ngurah Wiryanata.
Hal tersebut, Gubernur Koster sampaikan saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah atau Janji Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama, di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (9/5) sore.
"Kemudian Gede Suralaga, dulunya staf ahli, sekarang saya tugaskan sebagai Kepala Kesbangpol. Untuk menghadapi preman," kata Koster, saat memberikan sambutan.
Koster meminta Gede Suralaga agar tegas kepada ormas-ormas yang aneh atau di dalamnya adalah preman.
"Jadi ada ormas yang aneh-aneh begitu, sudah saja kau gas. Jangan badan saja digedein, nyalinya kecil, enggak boleh. Harus badan gede, berani, wanen (berani)," jelas Koster.
"Apalagi sekarang ada kedatangan ormas baru, enggak boleh. Kita punya kewenangan untuk mengizinkan atau tidak," ujarnya.
Menolak Keras
Sebelumnya, Koster secara tegas dan terbuka menolak kedatangan preman berkedok ormas. Bali tak membutuhkan kehadiran ormas.
"Bentuknya ormas, tapi kelakuannya preman. Ini tidak bisa dibiarkan," kata Koster dalam keterangannya.
"Badung adalah jantung pariwisata. Kita tak bisa membiarkan ruang publik dirusak perilaku liar berkedok organisasi," imbuhnya.
Ia juga menyebutkan, menilai program Kejati Bali sebagai langkah cerdas yang perlu diperluas. Bale Paruman Adhyaksa, yang berbasis hukum adat, digadang menjadi benteng baru yang sanggup menekan kriminalitas sosial tanpa harus menempuh jalur pengadilan.
"Ini bukan hanya urusan hukum. Ini pertaruhan masa depan Bali," ujar Koster.
Seperti diketahui, ormas GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) besutan Hercules Rosario de Marshall berniat mengepakan sayap di Pulau Deewata. Namun, hal itu menghadirkan gelombang penolakan dari pecalang maupun warga Bali.