Tegas, Alasan Ahok Bakal Tolak Jika Ada Tawaran Jabatan Pilih jadi 'Free Man'
Ahok menolak tawaran jabatan dengan alasan ingin bebas beraktivitas, memilih status 'free man' tanpa ikatan formal.
Basuki Tjahaja Purnama, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ahok, kembali menegaskan penolakannya terhadap tawaran jabatan. Ahok, yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, saat ini lebih memilih untuk menjalani hidup tanpa beban jabatan formal. Keputusan ini diambilnya untuk mendapatkan kebebasan dalam aktivitas sehari-hari.
Ahok mengungkapkan bahwa keinginannya untuk menjadi "free man" merupakan alasan utama di balik penolakannya untuk menduduki jabatan komisaris di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. Ia merasa lebih nyaman menjalani hidup tanpa terikat pada tanggung jawab jabatan tertentu.
Dalam beberapa kesempatan, Ahok menyatakan bahwa ia lebih menikmati aktivitasnya sebagai pembicara seminar, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini membuatnya sulit untuk terikat pada tanggung jawab sebagai pejabat di perusahaan daerah.
Alasan Penolakan Jabatan oleh Ahok
Ahok mengungkapkan beberapa alasan yang mendasari keputusannya untuk menolak tawaran jabatan.
"Enggak (ingin menjadi komisaris BUMD), lah. Aku kan sekarang enakan gini, free man," kata Ahok kepada wartawan. Selain itu, Ahok juga mengaku sejauh ini mendapatkan tawaran sebagai pembicara.
"Aku waktunya juga susah. Saya banyak jadi pembicara keliling."
Sebelumnya, sejak mengundurkan diri dari posisi Komisaris Utama PT Pertamina pada Februari 2024, Ahok lebih aktif di jalur non-struktural. Ia menikmati tampil dalam forum diskusi dan kegiatan sosial tanpa terikat pada jabatan tertentu.