Alasan Ahok Mundur dari Kursi Komisaris Utama Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Presiden Jokowi

Ahok blak-blakan alasan dirinya mundur sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Alasan Ahok Mundur dari Kursi Komisaris Utama Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Presiden Jokowi
Alasan Ahok Mundur dari Kursi Komisaris Utama Pertamina: Beda Pandangan Politik dengan Presiden Jokowi (Merdeka.com)

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan alasan mengapa dirinya mundur sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina periode 2019-2024.

"Saya mengundurkan diri," kata Ahok saat ditanya jaksa soal statusnya di Pertamina ketika dihadirkan dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (21/1).

Tak puas dengan jawaban itu, jaksa kemudian menanyakan alasan Ahok mundur dari kursi komisaris utama Pertamina.

"Nah saya keluar karena alasan politik, beda pandangan dengan Presiden Pak Jokowi," jawab dia.

Ahok menambahkan, seharusnya sudah mengundurkan diri di akhir Desember 2023 setelah menyusun RKAP 2024. Sayangnya RKAP 2024 pengesahan RUPS oleh Menteri BUMN terlambat. 

"Baru dilakukan di Januari. Nah begitu dilakukan di Januari, saya mundur," jelas Ahok.

"Tapi di situ saya sudah meninggalkan sebuah catatan RKAP dengan sistem pengadaan yang baru harus memberikan penghematan 46 persen dan direksi semua sudah tanda tangan," imbuhnya.

Saksi Sidang Kasus Tata Kelola Minyak Mentah

Ahok Bersaksi di Sidang Kasus Minyak Mentah
Ahok Bersaksi di Sidang Kasus Minyak Mentah. ANTARA/Agatha Olivia Victoria @ 2026 merdeka.com

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal menghadiri sidang kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 27 Januari 2026.

Nantinya, ia akan menjadi saksi dalam sidang perkara tersebut. Salah satunya yang menjerat Muhamad Kerry Adrianto Riza, anak dari Mohammad Riza Chalid.

"Ya hadir (sidang)," jawab singkat Ahok saat dihubungi merdeka.com, Selasa (27/1).

Rekomendasi