Taufik Hidayat: Program Kemenpora Berlanjut, Haornas Tetap Jalan Meski Menpora Belum Ada!
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat memastikan seluruh Program Kemenpora Berlanjut, termasuk Haornas, meskipun posisi Menpora definitif masih kosong. Apa alasannya?
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat memberikan kepastian mengenai kelangsungan program Kemenpora. Ia menegaskan bahwa seluruh agenda kementerian akan tetap berjalan sesuai rencana. Hal ini disampaikan Taufik di Kantor Kemenpora, Jakarta, pada Senin malam (9/9).
Kepastian ini muncul di tengah belum adanya penunjukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) definitif. Meskipun demikian, Taufik Hidayat memastikan tidak ada program yang akan terhenti. Ia menekankan pentingnya melanjutkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu agenda penting yang dipastikan tetap terlaksana adalah peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42. Perayaan puncak Haornas dijadwalkan berlangsung di Cibubur, Jakarta Timur, pada Selasa (9/9). Seluruh kegiatan kepemudaan dan olahraga akan terus dilaksanakan sesuai agenda yang telah ada.
Kelanjutan Program Kemenpora dan Perayaan Haornas
Taufik Hidayat menegaskan komitmen Kemenpora untuk menjaga keberlanjutan setiap agenda. "Besok kami ikuti seperti biasa, apa yang sudah dijadwalkan kami jalan terus. Kami ikut arahan Pak Presiden. Jadi jangan sampai apa yang sudah dilegasiin Pak Dito (Ariotedjo) tidak dijalankan,” ujar Taufik kepada pewarta. Pernyataan ini menunjukkan fokus pada eksekusi program yang telah direncanakan sebelumnya.
Seluruh kegiatan kepemudaan dan olahraga dipastikan akan tetap dilaksanakan tanpa hambatan. Termasuk di dalamnya adalah persiapan dan pelaksanaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42. Perayaan Haornas merupakan salah satu agenda tahunan penting yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pelaku olahraga.
Meskipun posisi Menpora definitif masih kosong, semangat untuk memajukan olahraga dan kepemudaan tidak surut. "Yang pasti besok ada, Haornas ada, akan jalan juga. Siapa pun nanti Menporanya, kami belum tahu, tapi olahraga harus tetap steady,” tambahnya. Ini menunjukkan prioritas pada stabilitas dan kesinambungan program.
Kemenpora berkomitmen untuk memastikan bahwa semua program yang telah disusun dapat berjalan efektif. Fokus utama adalah pada pelayanan dan pengembangan di sektor pemuda dan olahraga. Keberlanjutan ini penting untuk menjaga momentum dan pencapaian yang telah ada.
Transisi Kepemimpinan dan Harapan untuk Menpora Baru
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai siapa pengganti Menpora Dito Ariotedjo. Begitu pula dengan jadwal pelantikan Menpora baru. Namun, Taufik Hidayat memastikan bahwa program-program yang sudah berjalan tidak akan terhenti, melainkan akan terus dilanjutkan dengan perbaikan yang diperlukan.
Taufik berharap Menpora baru nantinya dapat membawa perbaikan signifikan. "Harapannya Menpora baru nanti bisa lebih baik lagi. Apa yang sudah baik kita teruskan, yang kurang kita perbaiki,” kata Taufik. Ini mencerminkan visi untuk terus meningkatkan kinerja kementerian.
Mengenai isu-isu yang beredar, termasuk Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 14 Tahun 2024, Taufik menyebut keputusan akhir akan ditentukan setelah adanya Menpora definitif. "Nanti setelah ada Menteri yang baru, kami diskusi lagi bagaimana ke depannya,” ujarnya. Hal ini menunjukkan pendekatan yang hati-hati dan kolaboratif dalam pengambilan kebijakan penting.
Proses transisi ini diharapkan tidak mengganggu operasional Kemenpora. Seluruh jajaran kementerian tetap bekerja untuk memastikan pelayanan publik dan program strategis berjalan lancar. Penunjukan Menpora definitif akan menjadi langkah penting selanjutnya untuk kepastian arah kebijakan.
Konteks Reshuffle Kabinet Merah Putih
Pergantian kepemimpinan di Kemenpora terjadi sebagai bagian dari reshuffle Kabinet Merah Putih. Pada Senin (9/9), Presiden Prabowo Subianto melantik lima pejabat baru di Istana Negara, Jakarta. Dito Ariotedjo termasuk dalam daftar menteri yang diganti dalam perombakan kabinet ini.
Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih 2024–2029. Keppres ini menjadi landasan hukum bagi perubahan struktur kabinet.
Adapun pejabat baru yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto meliputi:
- Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
- Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi.
- Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah, bersama Wakilnya Dahnil Azhar.
- Muktaruddin sebagai Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Sebelumnya, Dito Ariotedjo ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menpora pada 3 April 2023. Ia kemudian kembali dipercaya oleh Presiden Prabowo untuk melanjutkan tugas dalam Kabinet Merah Putih sejak 20 Oktober 2024. Namun, dalam reshuffle terbaru ini, posisinya digantikan, dan penggantinya belum diumumkan secara resmi.
Sumber: AntaraNews