Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, menyatakan apresiasinya terhadap kebijakan deregulasi Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora). Langkah ini diambil oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang berencana menyederhanakan 191 Permenpora yang ada. Pernyataan tersebut disampaikan Taufik Hidayat di Bandarlampung, baru-baru ini.
Taufik Hidayat mengakui bahwa kebijakan pemangkasan Permenpora ini sempat mengejutkannya, namun ia melihatnya sebagai kebutuhan mendesak. Deregulasi ini dinilai krusial untuk menjaga iklim pembinaan olahraga di Indonesia agar tetap berjalan optimal dan tidak terhambat. Ini menunjukkan pemerintah responsif terhadap masukan dari publik.
Salah satu poin penting adalah pencabutan Permenpora 14/2024 yang sebelumnya dianggap menghambat pengembangan prestasi olahraga nasional. Dengan pencabutan ini, Kemenpora menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan organisasi olahraga. Kebijakan yang diterapkan diharapkan bersifat mendukung dan tidak membatasi ruang gerak para pelaku olahraga.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Penuh dari KONI Lampung untuk Deregulasi Permenpora
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, secara tegas menyambut baik terobosan yang dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Ia melihat kebijakan ini sebagai manifestasi cara pandang yang berpihak kepada para pelaku olahraga. Tujuannya adalah membangun sinergi yang kuat demi tercapainya prestasi olahraga nasional.
Taufik menyoroti bahwa deregulasi Permenpora ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap aspirasi dari seluruh pelaku olahraga. Hal ini menunjukkan adanya keinginan untuk bersinergi dalam upaya bersama membangun prestasi. KONI Provinsi Lampung sendiri telah menyampaikan dukungan serupa dalam Rapat Kerja Nasional KONI sebelumnya.
Sebelumnya, sebuah tim kecil telah dibentuk dengan tujuan khusus menelaah berbagai permasalahan yang terkandung dalam Permenpora. Taufik mengungkapkan bahwa perubahan dalam susunan kabinet dan kehadiran Menpora saat ini, Erick Thohir, justru mempercepat proses kerja tim kecil tersebut. Erick Thohir dinilai berani mencabut secara keseluruhan kebijakan yang dianggap merugikan dunia olahraga Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Harapan Terhadap Pembinaan Olahraga Pasca-Deregulasi
Dengan adanya pencabutan Permenpora yang dianggap menghambat, Taufik Hidayat berharap semua pihak dapat melupakan pemikiran tentang isi dan ketentuan dalam peraturan menteri tersebut. Ia mengajak seluruh elemen olahraga untuk kembali fokus pada pola pembinaan yang telah terbukti efektif sebelumnya. Ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pengembangan bakat.
Taufik juga menegaskan pentingnya bagi pemerintah daerah, mulai dari provinsi hingga kabupaten dan kota, untuk segera menyesuaikan diri dengan kebijakan baru ini. Penyesuaian ini krusial agar tidak ada lagi hambatan birokrasi yang dapat menghambat laju pembinaan olahraga di tingkat lokal. Kolaborasi antar tingkatan pemerintahan sangat dibutuhkan.
"Pencabutan ini sangat tepat waktu, sebelum diberlakukan Permenpora itu, kini sudah dicabut," kata Taufik. Pernyataan ini menunjukkan urgensi dan ketepatan waktu keputusan deregulasi tersebut. Diharapkan, langkah ini akan membuka jalan bagi percepatan pembangunan dan prestasi olahraga di seluruh pelosok Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews