Tak Main-main, Ini Cara Bulog Bandung Rawat Stok Puluhan Ribu Ton Beras di Gudang
Pimpinan Bulog Cabang Bandung, Ashville Nusa Panata mengatakan, untuk memastikan mutu beras.
Sekitar 30.000 ton beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog cabang Bandung dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Jawa Barat selama enam bulan ke depan. Pihak Bulog mengklaim telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjamin ketahanan dan distribusi stok tersebut.
Pimpinan Bulog Cabang Bandung, Ashville Nusa Panata mengatakan, untuk memastikan mutu beras terjaga mereka memerhatikan mulai penanaman, penyimpanan, pemantauan, hingga pengendalian distribusi.
"Proses perawatan, proses pengendalian mutu di dalam gudang dan itu selalu kita cek," kata dia disela-sela peninjauan harga beras di Pasar Sederhana, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (22/10).
Ihwal penyimpanan, ia menerangkan pihak Bulog menggunakan metode first in first out, di mana beras yang lebih dulu masuk akan dikeluarkan lebih dulu. Dari 30.000 ton, Ashville sendiri menyebut, terdapat beras yang berasal dari hasil panen tahun lalu.
Adapun dalam perawatannya, dilakukan metode mixing untuk menjaga mutu beras terjaga.
"Jadi kalau terhadap beras-beras yang mungkin usianya udah agak lama itu kita ada perawatannya. Jadi mungkin nanti kita dibersihkan atau kita mixing lagi dengan beras yang baru sehingga mutunya tetap terjaga," ucapnya.
Dari total 30.000 ton, 400 di antaranya kata dia termasuk pada beras yang dicampur. Soal pencampuran, diesuaikan dengan kebutuhan dan selera masyarakat di tiap-tiap daerah.
"Tapi ada memang kan kita sesuai kepentingan kan boleh mixing sesuai preferensi konsumen. Jadi ada masyarakat yang mungkin senangnya perah, ada yang senangnya pulen Itu sesuai prevensi konsumen biasanya kita mixing. Jadi beda-beda itu tiap kabupaten/kota berdasarkan preferensi konsumen itu," katanya.
Hasil beras lama yang dicampur dengan yang baru, ia bilang salah satunya didistribusikan untuk bantuan pangan. Seperti pada paket beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP.
Meski dicampur, ia menegaskan kualitas beras SPHP tersebut dipastikan terjaga mutunya. Bulog Bandung juga bekerja sama dengan pengelola di Karawang dalam hal memproses dan mengemas.
"Jadi kalau yang biasanya kan kita manual. Kalau sekarang yang SPHP kota Bandung kita banyak supply dari Karawang, Cirebon yang memang menggunakan mesin dalam pemackingannya," katanya.