Tahukah Anda, Simulasi Gempa PLN Kalselteng Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana dan Keandalan Listrik?
PLN UID Kalselteng menggelar simulasi gempa bumi di Banjarbaru untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana, memastikan keselamatan, dan menjaga pasokan listrik. Cari tahu bagaimana Simulasi Gempa PLN Kalselteng ini menjadi langkah penting!
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) baru-baru ini menggelar latihan simulasi tanggap darurat gempa bumi. Kegiatan ini diselenggarakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebagai upaya proaktif menghadapi potensi bencana alam. Simulasi ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh jajaran dalam menghadapi situasi darurat.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan keselamatan seluruh pegawai serta menjaga keberlangsungan pasokan listrik bagi masyarakat luas. Melalui latihan terstruktur ini, PLN berupaya meminimalkan dampak jika terjadi bencana gempa bumi. Langkah ini juga sejalan dengan mandat undang-undang terkait penanggulangan bencana di Indonesia.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk peran aktif perusahaan. Ia menyatakan bahwa simulasi ini memastikan pelayanan tetap berjalan optimal bahkan di tengah kondisi darurat. Kesiapsiagaan ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas layanan vital bagi publik.
Komitmen PLN dalam Kesiapsiagaan Bencana dan Kepatuhan Hukum
Iwan Soelistijono menggarisbawahi bahwa kegiatan simulasi tanggap darurat gempa bumi ini bukan hanya sekadar latihan rutin. “Melalui kegiatan simulasi ini, PLN menunjukkan peran aktif sebagai badan usaha dalam mendukung penanggulangan bencana, sekaligus memastikan pelayanan tetap berjalan,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan dedikasi PLN terhadap tanggung jawab sosial dan operasionalnya.
Lebih lanjut, Iwan menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan bentuk kepatuhan PLN terhadap regulasi yang berlaku. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana secara jelas mengamanatkan kesiapsiagaan bagi setiap lembaga. Termasuk di dalamnya adalah badan usaha strategis nasional seperti PLN, yang memiliki peran krusial dalam infrastruktur negara.
Kepatuhan terhadap undang-undang ini menjadi landasan kuat bagi PLN untuk terus meningkatkan kapasitas tanggap daruratnya. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya melindungi aset dan karyawannya, tetapi juga menjamin bahwa fungsi pelayanan publik tetap dapat berjalan. Ini adalah bagian integral dari manajemen risiko bencana yang komprehensif.
Apresiasi BPBD dan Manfaat Nyata Simulasi
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Bambang Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PLN ini. Ia menilai simulasi semacam ini sangat penting untuk membentuk kesiapsiagaan nyata di lapangan. “Bencana datang tanpa diduga, tetapi dengan pelatihan seperti ini kita bisa meminimalkan dampaknya,” kata Bambang.
Bambang juga menambahkan bahwa ilmu yang diperoleh dari latihan simulasi gempa ini memiliki manfaat ganda. Tidak hanya berguna untuk keselamatan diri sendiri bagi para pegawai, tetapi juga krusial demi kelancaran pelayanan kepada pelanggan. Kesiapan individu akan berkontribusi pada ketahanan sistem secara keseluruhan.
Senada dengan itu, Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, turut mengapresiasi konsistensi PLN. “Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami melihat kesiapan PLN bukan hanya untuk melindungi pegawainya, tetapi juga memastikan pelayanan tetap berjalan. Ini bisa menjadi standar yang patut dicontoh,” ungkap Ariansyah. Ini menunjukkan bahwa upaya PLN diakui sebagai praktik terbaik.
Budaya Kesiapsiagaan dan Keberlanjutan Program
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Kalselteng, Faharudin Fajar, menekankan bahwa simulasi tanggap darurat adalah bagian dari budaya perusahaan. Budaya kesiapsiagaan ini terus ditanamkan di seluruh lingkungan kerja PLN. Tujuannya adalah menciptakan tim yang responsif dan efektif dalam menghadapi krisis.
Faharudin menjelaskan, “Semakin terampil menghadapi kondisi darurat, semakin cepat pula pemulihan bisa dilakukan.” Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat segera kembali normal pasca-bencana. Kecepatan pemulihan ini sangat vital untuk meminimalkan kerugian dan ketidaknyamanan publik.
Manager Keamanan, Keselamatan Ketenagalistrikan, dan Lingkungan PLN UID Kalselteng, Jamaluddin, memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala. Pelatihan ini akan menyasar seluruh unit kerja PLN di wilayah Kalselteng. “Dengan kesiapan yang lebih baik, PLN dapat bergerak cepat dalam kondisi darurat dan segera memulihkan keandalan layanan listrik bagi masyarakat,” tegas Jamaluddin. Komitmen ini menegaskan upaya berkelanjutan PLN.
Sumber: AntaraNews