PLN Kalselteng Kirim 24 Personel Bantu Percepat Pemulihan Listrik Aceh Pasca-Banjir

PLN UID Kalselteng mengerahkan 24 personel teknis untuk mempercepat Pemulihan Listrik Aceh pasca-banjir bandang. Komitmen ini wujud nyata solidaritas PLN.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PLN Kalselteng Kirim 24 Personel Bantu Percepat Pemulihan Listrik Aceh Pasca-Banjir
PLN UID Kalselteng mengirimkan 24 personel gabungan untuk percepatan pemulihan listrik di Sumatera pasca banjir bandang, menegaskan komitmen PLN dalam mendukung masyarakat terdampak. (AntaraNews)

PT PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) mengambil langkah cepat. Mereka mengirimkan 24 personel gabungan untuk membantu pemulihan sistem kelistrikan di wilayah terdampak banjir bandang di Sumatera. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat PLN dalam melayani masyarakat di seluruh Indonesia.

Pengiriman tim relawan kelistrikan ini berlangsung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Jajaran Senior Manager PLN UID Kalselteng dan Manager PLN Nusa Daya turut melepas keberangkatan mereka. Misi utama tim adalah mempercepat pengembalian pasokan listrik bagi warga Aceh yang membutuhkan.

Para personel akan menghadapi situasi menantang di lapangan dengan penuh dedikasi. Mereka ditugaskan untuk memastikan listrik kembali normal secepat mungkin. Ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan insan PLN dalam membantu sesama.

Senior Manager Distribusi PLN UID Kalselteng, Roberth Rumsaur, menekankan beratnya tugas ini. Situasi di lapangan menuntut kecepatan, kecermatan, dan koordinasi yang kuat. Proses pemulihan listrik harus berjalan optimal meski penuh tantangan yang tidak ringan.

Roberth juga mengingatkan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para personel. Ia berpesan, "Selalu mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tidak ada yang lebih berharga dibandingkan nyawa." Prosedur standar harus diikuti dengan disiplin tinggi selama bertugas.

Peralatan wajib digunakan sesuai standar yang berlaku untuk menghindari risiko. Komunikasi antar tim juga harus dijaga demi kelancaran tugas dan koordinasi di lapangan. Hal ini demi memastikan Pemulihan Listrik Aceh berjalan aman dan efektif.

Roberth Rumsaur menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel relawan yang berangkat. Kontribusi mereka bukan hanya dukungan teknis, tetapi juga wujud nyata semangat kebersamaan. Mereka membantu sesama yang membutuhkan layanan kelistrikan yang andal.

"Kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang akan membantu saudara kita di Aceh," imbuh Roberth. Ia berharap profesionalisme dan semangat gotong royong menjadi pegangan. Ini penting dalam menjalankan tugas penting Pemulihan Listrik Aceh.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, juga bangga dengan tim relawan. Mereka bersedia terbang jauh untuk memperkuat layanan kelistrikan di Aceh. Langkah ini mencerminkan karakter kuat insan PLN yang siap hadir kapan pun dibutuhkan.

Iwan Soelistijono menegaskan bahwa jiwa sosial insan PLN tidak dibatasi wilayah. "Ini adalah bukti bahwa jiwa sosial insan PLN tidak dibatasi wilayah ataupun pulau," tuturnya. Seluruh personel akan selalu siap dan sigap membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan pemulihan kelistrikan.

Ia juga mengingatkan pentingnya kebersamaan antaranggota selama bertugas di lapangan. Menjaga kondisi fisik dan saling mendukung adalah hal krusial untuk keberhasilan misi. Laporan perkembangan pekerjaan di lapangan juga harus rutin diberikan.

Dengan keberangkatan 24 personel ini, proses Pemulihan Listrik Aceh diharapkan lebih cepat. Aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal seperti sedia kala. Ini menegaskan komitmen PLN UID Kalselteng untuk terus membawa manfaat bagi sesama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi