Tahukah Anda? Kadin Jatim Gelar Pelatihan Jasa Boga untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis Nasional
Kadin Jatim melalui Kadin Institute gencar adakan pelatihan jasa boga dan uji kompetensi untuk tingkatkan profesionalisme tenaga SPPG, demi suksesnya Program Makan Bergizi Gratis. Simak detailnya!
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, melalui Kadin Institute, mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mereka menyelenggarakan pelatihan dan uji kompetensi di bidang jasa boga. Inisiatif ini ditujukan bagi tenaga di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti, menjelaskan urgensi kegiatan ini. "Pelatihan dan uji kompetensi ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang jasa boga," ujarnya di Surabaya pada Sabtu (11/10). Program ini secara khusus mendukung implementasi Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan bertajuk Pelatihan dan Uji Kompetensi MBG ini menarik perhatian 50 peserta. Mereka berasal dari beberapa kota seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Malang, Kediri, dan Pamekasan. Pelatihan daring ini berlangsung pada 11-12 Oktober 2025, dari pukul 13.00 hingga 17.00 WIB, dan diakhiri dengan uji kompetensi.
Peningkatan Keterampilan dan Standar Higienis dalam Pelatihan Jasa Boga
Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali dengan tiga skema utama yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja. Skema tersebut meliputi Cook (Chef/Juru Masak), Pengelola Jasa Boga (Kepala Dapur/Kepala Catering), serta Penjamah Makanan (Food Handler). Pembagian skema ini bertujuan untuk memberikan spesialisasi yang mendalam.
Materi yang disampaikan difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis dalam pengolahan makanan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengelolaan dapur yang higienis. Pentingnya standar gizi dan keamanan pangan juga menjadi fokus utama dalam setiap sesi pelatihan.
Para narasumber yang mengisi pelatihan ini merupakan akademisi dan praktisi yang sangat berpengalaman di bidangnya. Mereka antara lain Andriyanto, Sri Adiningsih, Chef Prijo Trijono, dan Johan Wahjudi. Para ahli ini menyajikan kombinasi teori dan praktik pengolahan makanan untuk memastikan pemahaman yang komprehensif.
Komitmen Kadin Jatim Mendukung Program Makan Bergizi Gratis
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa. Menurutnya, ini adalah bagian integral dari upaya Kadin Jatim untuk mendukung kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan oleh pemerintah. "Kadin Jatim berkomitmen mendukung program nasional ini agar berjalan efektif," katanya.
Adik Dwi Putranto menjelaskan bahwa kualitas gizi anak-anak sangat bergantung pada tata kelola dapur yang baik. Selain itu, kebersihan proses pengolahan makanan juga memegang peranan krusial. Kedua aspek ini harus diperhatikan secara serius untuk menjamin keamanan konsumsi.
Pengelolaan yang tidak higienis dapat berpotensi menimbulkan kontaminasi atau bahkan keracunan makanan yang berbahaya. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi tenaga boga menjadi kunci utama. Hal ini untuk memastikan setiap sajian yang diberikan aman, sehat, dan memiliki gizi seimbang.
Mencetak Tenaga Profesional Bersertifikasi Nasional
Lebih lanjut, Adik Dwi Putranto menyoroti pentingnya penerapan standar operasional yang ketat pada setiap tahap produksi makanan. "Kita tidak bisa hanya fokus pada ketersediaan bahan pangan," tambahnya. Ia menekankan bahwa proses penyajian juga harus dilakukan oleh tenaga yang profesional dan terampil.
Melalui kegiatan pelatihan jasa boga ini, peserta diharapkan dapat memahami dan menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang jasa boga. Mereka juga diharapkan dapat memperoleh sertifikasi profesi yang diakui secara nasional. Sertifikasi ini penting untuk pengakuan kompetensi.
Kadin Jatim optimistis bahwa langkah ini akan menjadi fondasi yang kuat dalam memperkuat mutu tenaga kerja sektor kuliner. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing sumber daya manusia Jawa Timur. Peningkatan daya saing ini berlaku di tingkat nasional maupun internasional.
Sumber: AntaraNews