Kadin Jatim Tetapkan Tujuh Prioritas Utama Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengumumkan tujuh Prioritas Kadin Jatim strategis untuk lima tahun ke depan, bertujuan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah hingga 8 persen.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kadin Jatim Tetapkan Tujuh Prioritas Utama Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengumumkan tujuh Prioritas Kadin Jatim strategis untuk lima tahun ke depan, bertujuan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah hingga 8 persen. (AntaraNews)

Surabaya – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur telah menetapkan tujuh aspek prioritas yang akan menjadi fokus utama selama lima tahun ke depan. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah setempat hingga mencapai angka 8 persen. Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyampaikan komitmen ini dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Kadin Jatim periode 2025–2030.

Acara pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada hari Minggu. Adik Dwi Putranto menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 8 persen ini sejalan dengan arahan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Konsolidasi dunia usaha ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebanyak 400 pengurus Kadin Jatim dari 32 bidang usaha baru telah resmi dilantik. Mereka akan bekerja keras untuk mewujudkan berbagai program yang telah digariskan. Prioritas Kadin Jatim ini mencakup berbagai sektor krusial yang diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing di Jawa Timur.

Prioritas pertama Kadin Jatim adalah mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif di Jawa Timur. Hal ini akan diwujudkan melalui kemudahan berusaha, kepastian hukum, serta penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja. Lingkungan bisnis yang stabil dan mendukung sangat penting untuk menarik investasi serta memfasilitasi perkembangan usaha.

Prioritas kedua berfokus pada sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jatim untuk merencanakan misi dagang. Misi ini akan dilakukan ke sembilan provinsi di dalam negeri dan empat negara luar negeri pada tahun ini. Langkah strategis ini bertujuan untuk mendorong sektor perdagangan serta memperluas jangkauan pasar produk-produk Jawa Timur.

Perluasan pasar domestik dan internasional menjadi kunci untuk meningkatkan volume perdagangan dan daya saing. Kadin Jatim berupaya membuka peluang baru bagi para pelaku usaha di wilayah tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor dan memperkuat posisi ekonomi Jawa Timur di kancah nasional maupun global.

Pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas ketiga yang akan dilaksanakan Kadin Jatim bersama Tim Koordinasi Vokasi Daerah. Aspek SDM memiliki kontribusi signifikan, sekitar 60-70 persen, terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, investasi dalam peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja sangatlah penting.

Prioritas keempat adalah adopsi teknologi dan digitalisasi. Ini merupakan langkah keharusan, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agar mampu bersaing dan naik kelas. Transformasi digital akan membantu UMKM meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, dan berinovasi dalam produk serta layanan mereka.

Pemanfaatan teknologi digital tidak hanya relevan bagi UMKM, tetapi juga seluruh sektor industri. Kadin Jatim mendorong penggunaan platform digital dan solusi teknologi untuk menghadapi tantangan ekonomi modern. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih adaptif dan inovatif.

Prioritas kelima Kadin Jatim diarahkan pada pengembangan industri hijau dan green jobs. Inisiatif ini akan diwujudkan melalui standar kompetensi green soft skills yang diusulkan menjadi standar nasional. Pengembangan sektor ini sejalan dengan komitmen global terhadap keberlanjutan dan ekonomi rendah karbon.

Penguatan infrastruktur menjadi prioritas keenam, karena selama ini infrastruktur merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur yang memadai sangat krusial untuk kelancaran logistik, konektivitas, dan mendukung aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Terakhir, prioritas ketujuh adalah pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Kadin Jatim berkomitmen untuk mendukung UMKM melalui berbagai program, termasuk pelatihan, akses permodalan, dan pendampingan. Dengan UMKM yang kuat, ekonomi Jawa Timur diharapkan dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi