Tahukah Anda, Indonesia Ajak 79 Negara OACPS Perkuat Kerjasama Ekonomi Kreatif Global?
Indonesia membuka peluang kerjasama Ekonomi Kreatif dengan 79 negara OACPS, mengundang partisipasi di WCCE 2026 untuk memperluas pasar ekspor dan menciptakan lapangan kerja.
Indonesia secara resmi membuka pintu kerjasama di sektor ekonomi kreatif dengan negara-negara anggota Organisasi Negara-negara Afrika, Karibia, dan Pasifik (OACPS). Langkah strategis ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi global yang lebih erat dan saling menguntungkan. Pertemuan penting antara Kementerian Ekonomi Kreatif Indonesia dan delegasi OACPS ini berlangsung di Jakarta pada Kamis, 31 Oktober.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Teuku Riefky Harsya, secara langsung mengundang OACPS untuk berpartisipasi dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan diselenggarakan di Indonesia. Undangan ini menegaskan komitmen Indonesia sebagai inisiator WCCE sejak 2018. Tujuannya adalah untuk terus mendorong kerjasama internasional yang bermakna.
Kehadiran OACPS di WCCE 2026 diharapkan dapat membuka peluang konkret bagi kemitraan pembangunan berkelanjutan di berbagai subsektor ekonomi kreatif. Inisiatif ini menandai momentum awal untuk memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan 79 negara anggota OACPS. Potensi besar untuk memperluas pasar ekspor dan menciptakan lapangan kerja baru menjadi fokus utama dari kerjasama ini.
Mendorong Kolaborasi Global Melalui WCCE 2026
Indonesia, sebagai pionir World Conference on Creative Economy (WCCE) sejak tahun 2018, terus menunjukkan kepemimpinan dalam mendorong dialog dan kerjasama global di bidang ini. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memfasilitasi pertukaran ide dan praktik terbaik. Hal ini sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat internasional.
"Sebagai negara yang menginisiasi WCCE sejak 2018, kami ingin terus mendorong kerja sama global yang bermakna di sektor ekonomi kreatif," ujar Menteri Harsya dalam pernyataan resminya pada Jumat. Pernyataan ini menggarisbawahi visi Indonesia untuk menjadikan WCCE sebagai platform utama. Platform ini bertujuan untuk membangun kemitraan yang kuat dan berkelanjutan.
Partisipasi aktif dari negara-negara OACPS dalam WCCE 2026 sangat dinantikan. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya memperkaya diskusi, tetapi juga membuka jalan bagi implementasi proyek-proyek kolaboratif. Proyek-proyek ini dapat berfokus pada pengembangan kapasitas, inovasi, dan akses pasar. Semua ini bertujuan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan melalui ekonomi kreatif.
Potensi Besar Investasi dan Pasar Baru di Sektor Kreatif
Sektor ekonomi kreatif Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama dengan terus meningkatnya investasi asing. Menteri Harsya menyoroti subsektor seperti aplikasi, fesyen, kriya, dan kuliner sebagai area yang menarik banyak minat investor. Peningkatan investasi ini menjadi indikator positif bagi potensi pengembangan lebih lanjut.
Dengan 79 negara anggota yang tersebar di wilayah Afrika, Karibia, dan Pasifik, OACPS menawarkan potensi pasar yang sangat luas dan beragam. Kerjasama ini dipandang mampu membuka pintu bagi produk dan jasa ekonomi kreatif Indonesia untuk menjangkau konsumen baru. Pada gilirannya, hal ini dapat mendorong peningkatan volume ekspor.
Perluasan pasar ekspor tidak hanya akan menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga diharapkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja baru. Kolaborasi dengan OACPS akan memungkinkan pertukaran pengetahuan dan keahlian. Ini akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kedua belah pihak dan menciptakan nilai tambah.
Strategi Pengembangan dan Dukungan Indonesia untuk OACPS
Kementerian Ekonomi Kreatif Indonesia saat ini memfokuskan 80 persen upayanya pada percepatan pengembangan ekonomi kreatif nasional. Strategi ini mencakup kurasi produk dan talenta, peningkatan skala bisnis, komersialisasi kekayaan intelektual (IP), serta promosi dan jejaring global. Pendekatan komprehensif ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi sektor kreatif.
Sejalan dengan Deklarasi Luanda (2022) dan Deklarasi Nairobi (2019), Indonesia juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan kapasitas ekonomi kreatif negara-negara anggota OACPS. Dukungan ini diwujudkan melalui skema Kerjasama Selatan-Selatan dan platform WCCE. Inisiatif ini menunjukkan peran aktif Indonesia dalam mempromosikan pembangunan kolektif.
Sekretaris Jenderal OACPS, Moussa Saleh Batraki, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah Indonesia membentuk kementerian khusus untuk ekonomi kreatif. Delegasi OACPS juga mengundang Kementerian Ekonomi Kreatif Indonesia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kepala Negara dan Pemerintahan OACPS pada tahun 2026. Undangan ini menegaskan pengakuan internasional terhadap peran Indonesia.
Sumber: AntaraNews