Tahukah Anda, Dua Helikopter Dikerahkan dalam Operasi Pencarian Helikopter Hilang Kontak Mentewe Kalsel?
Pemerintah mengerahkan dua helikopter dan tim darat gabungan untuk memperluas operasi Pencarian Helikopter Mentewe yang hilang kontak. Bagaimana upaya besar ini dilakukan di tengah medan menantang?
Pemerintah Indonesia, melalui berbagai lembaga seperti Basarnas, BNPB, dan Mabes Polri, telah mengintensifkan operasi pencarian. Upaya ini difokuskan untuk menemukan helikopter tipe BK117 D3 milik Estindo Air yang dilaporkan hilang kontak. Kejadian ini berlangsung di wilayah Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sejak Senin pagi.
Untuk mempercepat proses pencarian, dua unit helikopter khusus telah dikerahkan. Helikopter ini akan menyisir area yang telah ditentukan, sementara tim darat juga bergerak di medan yang sulit. Operasi gabungan ini menunjukkan komitmen serius dalam menghadapi insiden ini.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci. Pencarian ini melibatkan personel dari berbagai kesatuan, baik di udara maupun di darat, demi hasil yang optimal. Fokus utama adalah keselamatan seluruh awak dan penumpang yang berada di dalam helikopter tersebut.
Strategi Pencarian Udara dan Darat
Dalam operasi Pencarian Helikopter Mentewe, dua helikopter utama menjadi ujung tombak. Satu helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) direncanakan lepas landas dari Lanud Sjamsudin Noor. Helikopter kedua berasal dari Mabes Polri dan akan bersiaga setelah bergerak dari Palangka Raya menuju Banjarmasin.
Kedua helikopter ini akan fokus menyisir dua zona pencarian yang telah ditetapkan. Zona ini didasarkan pada koordinat terakhir helikopter BK117 D3 tersebut. Penentuan zona mempertimbangkan risiko tinggi di medan pencarian yang dikenal sulit.
Sementara itu, tim darat juga tak kalah sigap dalam operasi Pencarian Helikopter Mentewe ini. Mereka terdiri dari Brimob Tanah Bumbu, Basarnas, Unit Siaga Batulicin dan Kotabaru, Polres, serta Kodim setempat. Tim ini telah melewati Last Known Position (LKP) I, lokasi awal hilang kontak helikopter.
Meskipun belum menemukan objek fisik helikopter di LKP I, tim darat terus bergerak maju. Mereka kini menuju lokasi hilang kontak kedua (LKP 2). Medan yang dilalui cukup menantang, dengan sebagian tim bahkan harus mencapai puncak bukit untuk mencari sinyal komunikasi.
Tantangan Medan dan Koordinasi Tim
Operasi Pencarian Helikopter Mentewe menghadapi tantangan signifikan dari kondisi geografis. Wilayah Mentewe didominasi oleh perbukitan dengan kontur yang sulit. Hal ini membuat penyisiran baik melalui udara maupun darat memerlukan koordinasi yang sangat terpadu dan intensif.
Menurut I Putu Sudayana, tim gabungan bahkan harus menempuh jalur yang hanya bisa dilalui kendaraan double cabin. Beberapa personel harus turun untuk mencari sinyal komunikasi dan melaporkan kondisi lapangan. Kondisi cuaca yang dinamis juga menjadi faktor penentu dalam setiap pergerakan tim.
Untuk memastikan alur informasi tidak terputus, SAR Banjarmasin mempertimbangkan mendirikan posko aju. Pos penghubung ini akan ditempatkan antara LKP kedua dan posko lapangan, mengingat jaraknya sekitar 3,5 km hingga 4 km. Langkah ini krusial untuk efektivitas komunikasi.
Seluruh kegiatan operasi Pencarian Helikopter Mentewe ini dipimpin oleh SAR Mission Coordinator (SMC) SAR Banjarmasin. Berbagai pihak terlibat aktif, termasuk Direktorat Operasi dan Direktorat Siaga Basarnas, Kantor SAR Palangka Raya, AirNav, BMKG, serta pilot dari BNPB dan Mabes Polri.
Identitas Helikopter dan Penumpang
Helikopter yang menjadi fokus Pencarian Helikopter Mentewe adalah tipe BK117 D3 milik Estindo Air. Helikopter ini dilaporkan hilang kontak saat terbang di sekitar Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Insiden terjadi pada Senin pagi, memicu respons cepat dari pihak berwenang.
Total ada delapan orang di dalam helikopter nahas tersebut. Mereka terdiri dari seorang pilot dan seorang engineer yang bertugas mengoperasikan pesawat. Enam orang lainnya merupakan penumpang yang sedang dalam perjalanan.
Daftar nama awak dan penumpang yang berada di helikopter meliputi: Capt. Haryanto (pilot), Eng Hendra (engineer), Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa. Informasi ini menjadi dasar bagi tim pencari dalam melakukan identifikasi dan penemuan.
Sumber: AntaraNews