Tahukah Anda? Anggota DPR Dorong Pengenalan Intens Seni Tradisional Generasi Muda Lewat Wayang Orang
Anggota DPR Samuel Wattimena menekankan pentingnya mengenalkan seni tradisional generasi muda, terutama wayang orang, secara intens. Ia mengapresiasi Wayang Orang on The Street yang berhasil menarik perhatian anak muda.
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Samuel Wattimena, menyoroti urgensi pengenalan kesenian tradisional, termasuk wayang orang, kepada generasi muda secara lebih intensif. Pernyataan penting ini disampaikannya dalam rangkaian kunjungan kerja di Semarang pada Senin, 15 September, menegaskan komitmennya terhadap pelestarian budaya bangsa.
Penekanan tersebut muncul setelah Samuel Wattimena menyaksikan langsung antusiasme masyarakat, khususnya anak muda, pada pergelaran "Wayang Orang on The Street" di kawasan Kota Lama Semarang. Acara yang memukau ini berhasil menarik banyak penonton dan menunjukkan potensi besar dalam menarik minat generasi penerus terhadap warisan budaya.
Samuel Wattimena berpendapat bahwa pengenalan yang lebih mendalam dan narasi yang luas sangat dibutuhkan untuk membendung arus budaya asing yang masif. Hal ini sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya bangsa agar tetap relevan dan dicintai di tengah perkembangan zaman yang dinamis.
Antusiasme Generasi Muda pada Wayang Orang
Samuel Wattimena mengungkapkan kekagumannya terhadap pergelaran "Wayang Orang on The Street" yang sukses menarik perhatian khalayak luas. Ia melihat banyak anak muda memadati area pertunjukan, menunjukkan adanya ketertarikan yang signifikan terhadap seni tradisional ini, sebuah fenomena yang patut diapresiasi.
Meskipun sempat akan didaulat menjadi pemain, Samuel mengakui keterbatasannya dalam berbahasa Jawa dan memahami roh pertunjukan wayang orang. Akhirnya, ia memilih untuk membacakan puisi berjudul "Puisi Pembuka" sebelum pertunjukan dimulai, serta menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka" dan "Bersuka Ria" karya Bung Karno bersama guru besar yang hadir.
Menurut legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah 1 ini, fenomena tersebut membuktikan bahwa minat generasi muda terhadap wayang tidaklah rendah. Justru, mereka membutuhkan ruang dan kesempatan lebih banyak untuk berinteraksi dengan kesenian semacam ini, sekaligus mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.
Mendorong Pengenalan Intensif dan Narasi Budaya
Samuel Wattimena menekankan bahwa antusiasme yang ada perlu ditindaklanjuti dengan pengenalan yang lebih intensif dan terstruktur. "Menurut saya yang bisa ditambahkan adalah narasi memperkenalkan wayang ini secara lebih intens," katanya, mengutip langsung pernyataannya yang disampaikan di Semarang.
Ia menyadari bahwa sebagian masyarakat di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, mungkin sudah familiar dengan wayang orang dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Namun, masih banyak anak muda yang belum sepenuhnya memahami esensi dan cerita di baliknya, sehingga perlu pendekatan yang berbeda.
Untuk itu, Samuel mendorong agar narasi pengenalan wayang orang diperluas dan disajikan dengan cara yang lebih menarik bagi kaum muda. "Kita perlu membantu dengan menyampaikan narasi-narasi yang lebih luas lagi kepada generasi muda," tambahnya, mengingat derasnya asupan acara dari luar yang kini mudah diakses.
Dampak Positif dan Dukungan untuk UMKM
Selain aspek pelestarian budaya, Samuel Wattimena juga menyoroti dampak positif penyelenggaraan "Wayang Orang on The Street" terhadap ekonomi lokal. Ia mendorong agar acara semacam ini dapat diselenggarakan secara rutin, setidaknya setahun sekali, meskipun menyadari tantangan dalam hal dukungan finansial dan persiapan yang tidak mudah.
Menurutnya, kegiatan kesenian tradisional memiliki potensi besar untuk menggerakkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. "Seluruh kostum yang dipakai, seluruh perlengkapan kayak ada ikatan janur segala macam di kepala anak-anak. Ini kan produk UMKM," jelas Samuel, menyoroti bagaimana setiap detail acara melibatkan produk lokal.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pergelaran seni tradisional juga dapat menjadi daya tarik pariwisata yang signifikan. Dengan demikian, kegiatan seperti wayang orang tidak hanya melestarikan budaya dan nilai-nilai luhur, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat dan promosi pariwisata daerah.
Sumber: AntaraNews