Tabrak Mahasiswi Hinggga Tewas di Semarang, WN China Kerja di Cirebon dan Pegang ITAS Sampai Oktober 2026
Sebelum kejadian, Wi Lili sempat menghadiri acara makan bersama teman-temannya.
Wi Lili, warga negara asing (WNA) asal China diperiksa petugas Satlantas Polrestabes Semarang dan tim Imigrasi Semarang lantaran menabrak dua pemotor hingga mengakibatkan salah seorang di antaranya yakni seorang mahasiswi meninggal dunia. Dugaan sementara, Wi Lili mengendarai mobil sambil mabuk hingga menabrak dua pemotor tersebut di Jalan Abdurahman Saleh Kalibanteng, Rabu 3 Desember 2025 malam.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Semarang, Markus Lenggo Rindingpadang mengatakan, sebelum kejadian Wi Lili sempat menghadiri acara makan bersama teman-temannya. Dalam pemeriksaan, petugas menemukan informasi bahwa Wi Lili selama ini tinggal di Cirebon.
"Izin tinggalnya di Cirebon. Dalam penyelidikan diketahui bahwa WN Tiongkok tersebut habis makan makan bersama koleganya. Itu info dari bid inteldakim yah bapak ibu," kata Markus dikonfirmasi, Jumat (5/12).
Kantongi ITAS dan Bekerja di Cirebon
Wi Lili merupakan warga negara China yang mengantongi surat izin tinggal terbatas (ITAS) dan berlaku sampai 14 Oktober 2026. Selama di Indonesia, Wi Lili bekerja di perusahaan yang ada di Cirebon Jawa Barat.
"Kemarin Imigrasi Semarang sudah melakukan kordinasi untuk pemeriksaan awal dengan kepolisian," ungkapnya.
Proses pemeriksaan sedang ditangani pihak kepolisian. Dari hasil penyelidikan tim Imigrasi Semarang, tidak ditemukan pelanggaran izin tinggal.
Bila prosesnya sampai mengarah ke ranah hukum, maka Wi Lili akan diberi pendampingan.
"Kejadian tersebut penindakan hukumnya ada di kepolisian dalam hal ini di laka lantasnya, karena tidak ada pelanggaran di izin tinggalnya. Imigrasi hanya melakukan pendampingan apabila kasusnya lanjut dan terjadi deportasi," pungkasnya.
Viral di Medsos
Viral video di media sosial (medsos) memperlihatkan seorang wanita berkewarganegaraan asing ngamuk usai menabrak dua mahasiswi di Jalan Abdulrahman Saleh, Kalibanteng, Semarang Barat. Satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Kabar yang diunggah di akun Instagram @portalsemarang, terduga pelaku penabrak mengenakan pakaian hitam mengamuk sambil memukul seorang pengemudi ojek online. Saat kecelakaan, ia diketahui mengendarai mobil Hyundai Creta Trend, terlihat mengantuk, dan berbicara menggunakan bahasa asing kepada warga sekitar.
"Benar wanita WNA itu menabrak dua mahasiswa. Satu korban atas nama Putri meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit Samsoe Hidajat lantaran mengalami luka dada," kata Kasubnit I Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita Candra, Kamis (4/12).
Korban lain bernama Mei, mahasiswi asal Kabupaten Pemalang, juga ikut tertabrak. Beruntung ia selamat dari kejadian tersebut. Hingga kini, polisi masih mendalami identitas lengkap WNA yang menabrak dua mahasiswi tersebut.
"Terduga penabrak masih diperiksa di Polsek," ujarnya.