Sosok Arlan, Wali Kota Prabumulih yang Anaknya Ditegur Bawa Mobil ke Sekolah Berujung Kepsek Dicopot
Simak profil Wali Kota Prabumulih H. Arlan dan kontroversi pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih.
Sosok Wali Kota Prabumulih, H. Arlan menjadi sorotan terkait pencopotan Roni Ardiansyah sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih. Pencopotan disinyalir usai Roni menegur anak Wali Kota Prabumulih membawa mobil sendiri ke sekolah.
Ceritanya, Roni menegur agar siswa yang baru berusia 13 tahun itu tidak memarkirkan mobil di halaman sekolah karena akan mengganggu kegiatan dan terjadi keenjangan sosial.
Pencopotan mendadak Roni membuat viral di media sosial usai proses perpisahannya di sekolah dipimpinnya dihiasi tangus haru anak didik, Senin (15/9). Kejadian ini pun viral di media sosial setelah sejumlah akun mengunggah video momen perpisahan terjadi. Nampak Roni dikerumuni para siswa untuk mencium tangan. Para siswa tak mampu menahan air mata karena harus berpisah dengan kepsek yang dihormati. Sama halnya dengan guru-guru yang berbaris di belakangnya.
Respons Roni Usai Dipecat
Roni mengaku sudah ikhlas mutasi yang dialaminya. Kini dia menjadi guru biasa setelah lebih dari sepuluh tahun memimpin sekolah tersebut.
"Saya baik-baik saja, saya ikhlas," ungkap Roni Ardiansyah, Selasa (16/9).
Roni tidak banyak berkomentar terkait alasan pencopotan jabatannya yang disebut-sebut usai menegur anak kepala daerah setempat. Dia berdalih mutasi lantaran kebijakannya dinilai salah oleh pimpinan.
Hanya saja, Roni enggan menyebut kebijakan apa yang membuatnya dicopot secara mendadak. Padahal, dia merupakan kepala sekolah berprestasi, baik di SMP Negeri 1 sejak 2023 dan Kepsek SMP Negeri 7 Prabumulih selama sembilan tahun, bahkan diutus ke China untuk sebuah kegiatan.
"Intinya saya sudah sertijab, saya ikhlas, karena memang penyebabnya saya buat kebijakan. Saya sangat menghormati keputusan pimpinan," kata Roni.
Terkait video pamitan yang viral, Roni menyebut sama sekali tidak ada settingan. Video itu direkam seorang guru secara spontan saat para siswanya ingin bersalaman setelah tahu dirinya bakal dipindahtugaskan.
"Kalau lihat video yang beredar itu tidak ada yang mengkondisikan, mereka lari menyerbu saya. Itu bukan perpisahan saya, mungkin mereka (siswa) sudah mendengar isu itu (bakal dicopot)," kata Roni.
Setelah puluhan tahun berpengalaman menjadi kepala sekolah, kini Roni harus kembali ke masa-masa karirnya. Dia ditugaskan sebagai guru biasa di SMP Negeri 13 Prabumulih.
Pencopotan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih
Pencopotan Roni Ardiansyah sebagai Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih menimbulkan banyak pertanyaan. Kejadian ini terjadi secara mendadak dan diiringi dengan momen perpisahan yang emosional. Roni dihormati oleh siswa dan guru, yang menunjukkan betapa besar pengaruhnya di sekolah.
Dugaan penyebab pencopotan Roni terkait dengan tegurannya kepada anak kepala daerah yang membawa mobil ke sekolah. Meskipun banyak yang mendukung tindakan Roni, Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih, A Darmadi, membantah bahwa pencopotan tersebut berkaitan dengan insiden tersebut.
Darmadi menjelaskan bahwa pencopotan Roni adalah bagian dari penyegaran di lingkungan sekolah dan untuk meningkatkan kolaborasi antar guru. Ia juga menambahkan bahwa Roni sudah menjabat selama lebih dari sepuluh tahun, sehingga mutasi jabatan adalah hal yang biasa.
Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabumulih A Darmadi membantah pencopotan Roni Ardiansyah lantaran menegur anak kepala daerah membawa mobil sendiri ke sekolah.
"Tidak benar bahwa alasan mutasi karena anak wali kota," kata Darmadi.
Menurut dia, banyak hal yang melatarbelakangi mutasi jabatan dengan berbagai pertimbangan dan tujuan. Yakni memberikan penyegaran di lingkungan SMP Negeri 1 Prabumulih untuk mempercepat program-program wali kota dan wakil wali kota khususnya bidang pendidikan. Tujuan lain meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antar guru di sekolah tersebut
"Di samping itu dia menjabat kepsek SMP Negeri 1 sudah sepuluh tahun, lebih dari dua periode," kata Darmadi.
Profil Wali Kota Prabumulih
Pencopotan Roni membuat sosok Arlan menjadi sorotan. Sepak terjang politisi Partai Gerindra itu menuai sorotan.
Arlan mengawali kariernya sebagai pengusaha karet. Meskipun bisnisnya sempat mengalami kebangkrutan pada tahun 1997, Arlan bangkit dan berhasil membangun kembali usahanya hingga memiliki ratusan karyawan.
Dalam dunia politik, Arlan menjabat sebagai Dewan Penasihat Gerindra Kota Prabumulih. Ia dan Franky Nasril terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Prabumulih setelah meraih 59.494 suara. Pelantikan mereka dilakukan pada 20 Februari 2025 di Istana Negara.
Keberhasilan Arlan dalam kampanye juga menarik perhatian publik, terutama saat ia memperkenalkan keempat istrinya. Ia menyatakan bahwa dukungan dari keluarganya sangat penting dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin.
Saat kampanye, Arlan mengklaim dirinya orang yang paling bertanggung jawab atas rumah tangganya.
Pamer para istri itu dilakukan Arlan ketika berkampanye di lapangan sepakbola Kelurahan Sungai Medang, Cambai, Prabumulih, Sabtu (5/10). Aksi Cak Arlan, begitu sapaannya, menuai sorotan setelah videonya diunggah banyak akun media sosial.
"Ini banyak yang ngomongkan Cak banyak bini, Cak ado empat bini, itu benar. Tapi Cak bertanggung jawab dunia dan akhirat," ungkap H Arlan seperti dikutip merdeka.com di media sosial.
Arlan mengaku harus mengenalkan kepada publik keempat istrinya karena kerap kali disudutkan dengan isu miring yang dialamatkan pada pribadi dan keluarganya.
Dia memastikan telah menjadi suami yang memberi keadilan bagi semua istrinya. Arlan menyinggung banyak orang yang menutupi kelakuannya agar terlihat baik di mata publik.
Padahal kenyataannya banyak dari mereka yang memiliki istri simpanan atau lainnya.
"Ini munafik nian, ngomong bini sikok, simpanan banyak nian. Ibu-ibu tahu bukan Cak bae, ade di Palembang, ade di Bangka ade di mane-mane," kata Arlan.