Kronologi Lengkap Mutasi Kepsek hingga Satpam SMPN 1 Prabumulih oleh Walikota Arlan
Hal ini disampaikan usai dirinya dilakukan pemeriksaan di Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.
Walikota Prabumulih Arlan menyampaikan kejadian awal mula mutasi terhadap Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah dan satpam sekolah itu terjadi.
Hal ini disampaikan usai dirinya dilakukan pemeriksaan di Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.
"Pada kejadian itu di jam, bukan jam sekolah, di tanggal merah, tanggal 5. Anak-anak ini main latihan drum band, jaraknya 150 meter dari sekolahan ke tempat latihan. Pada hari itu, hari hujan, hari hujan deras, mereka balik ke sekolahan. Anak saya ditelepon oleh guru, Aura, kalau mau turun masuk ke beda apapun mobil," kata Arlan dalam konferensi pers di Kantor Itjen Kemendagri, Jakarta, Kamis (18/9).
Saat itu, anaknya itu disebutnya tidak membawa mobil secara sendiri. Melainkan diantar oleh sopir.
"Jadi anak saya diantar supir Pak, bukan dibawa sendiri. Mau masuk, tidak boleh, langsung dia keluar. Begitu dia keluar, sudah selesai," sebutnya.
"Hujan-hujan, seluruh anak-anak itu basah semua Pak, selesai. Dan selama ini tidak pernah anak saya itu, mau masukkan mobil atau apapun di sekolah, tidak pernah. Selalu diantar terus Pak, sekolah," sambungnya.
Sementara itu, Kepsek SMPN 1 Prabumulih Roni Ardiansyah membenarkan jika dirinya mendapatkan pembinaan dari kepala daerah setempat dalam hal ini Walikota Prabumulih.
"Alhamdulillah ini juga saya dapat setelah saya dibina, saya juga menyusuri daripada kejadian sebenarnya dengan mengumpulkan daripada wakil-wakil kepala sekolah saya dan juga kepada satpam saya," ujar Roni.
"Dan Alhamdulillah memang hari itu kejadiannya sampai oleh Bapak Wali Kota, kondisi memang hujan, untuk mengikuti kegiatan marching band, dan juga untuk tidak diizinkan masuk untuk dapat parkir di bagian dalam," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, warganet dihebohkan dengan pencopotan secara mendadak Roni Ardiansyah sebagai Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, diduga usai menegur anak kepala daerah setempat bawa mobil sendiri ke sekolah.
Pencopotan mendadak tersebut sontak membuat para siswa tak bisa menerimanya. Alhasil, prosesi perpisahan Roni di sekolah yang dipimpinnya dihiasi tangis haru anak didik, Senin (15/9).
Kejadian ini pun viral di media sosial setelah sejumlah akun memposting video momen perpisahan terjadi. Nampak Roni dikerumuni para siswa untuk mencium tangan.
Para siswa tak mampu menahan air mata karena harus berpisah dengan kepsek yang dihormati. Sama halnya dengan guru-guru yang berbaris di belakangnya.
Roni dicopot dari jabatannya itu diduga akibat pernah menegur anak Walikota Prabumulih membawa mobil ke sekolah. Ceritanya, Roni menegur agar siswa yang baru berusia 13 tahun itu tidak memarkirkan mobil di halaman sekolah karena akan mengganggu kegiatan dan terjadi kesenjangan sosial.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabumulih A Darmadi membantah pencopotan Roni Ardiansyah lantaran menegur anak kepala daerah membawa mobil sendiri ke sekolah.
"Tidak benar bahwa alasan mutasi karena anak walikota," kata Darmadi.
Menurut dia, banyak hal yang melatarbelakangi mutasi jabatan dengan berbagai pertimbangan dan tujuan. Yakni memberikan penyegaran di lingkungan SMP Negeri 1 Prabumulih untuk mempercepat program-program Walikota dan Wakil Walikota khususnya bidang pendidikan. Tujuan lain meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antar guru di sekolah tersebut.
"Di samping itu dia telah menjabat kepsek SMP Negeri 1 sepuluh tahun, lebih dari dua periode," kata Darmadi.