Segini Besaran Kekayaan Arlan, Wali Kota Prabumulih yang Kekayaannya Disorot KPK
KPK mengecek laporan kekayaan Arlan apakah sudah sesuai dengan temuan lembaga antirasuah di lapangan.
Nama Wali Kota Prabumulih, Arlan belakangan menjadi sorotan di tengah kabar pemecatan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah. Kabar pemecatan Roni sebagai Kepala Sekolah dikaitkan dengan dugaan teguran dilakukannya terhadap putra Arlan yang bersekolah di SMPN 1 Prabumulih.
Roni menegur anak Arlan setelah membawa mobil ke sekolah. Roni menegur agar siswa yang baru berusia 13 tahun itu tidak memarkirkan mobil di halaman sekolah karena akan mengganggu kegiatan dan terjadi keenjangan sosial.
KPK Turun Tangan Usut Kekayaan Arlan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya turun tangan mengecek Laporan Hasil Kelayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Arlan selaku Wali Kota Prabumulih. KPK mengecek laporan kekayaan Arlan apakah sudah sesuai dengan temuan lembaga antirasuah di lapangan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo memastikan KPK akan mencari tahu apakah laporan disampaikan sesuai fakta atau justru ada yang sengaja disembunyikan. Menurut Budi, LHKPN bukan sebatas tepat waktu melapor, melainkan juga harus sesuai atau wajib jujur sebagai penyelenggara negara.
"Karena kalau kita bicara soal kepatuhan LHKPN, tentu tidak hanya patuh soal waktu pelaporan, tetapi juga patuh terkait dengan isinya," kata Budi seperti dikutip Kamis (18/9).
LHKPN Arlan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Arlan pada 13 Agustus 2024, dia memiliki kekayaan sebesar Rp17 miliar.
Harta itu terdiri dari tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, serta kas dan setara kas. Arlan juga memiliki utang sebanyak Rp2 miliar.
Kekayaan itu didapat Arlan dari bisnis karet yang dimulai puluhan tahun lalu. Meski sempat bangkrut, kini dia memiliki ratusan karyawan dan ribuan mitra jual beli karet.
Sehari-hari berkecimpung dengan bisnis pertanian, Arlan bergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sebagai anggota. Organisasi itu semakin menambah relasi hingga usahanya makin berkembang.
Arlan juga dikenal sebagai kontraktor. Dia memiliki beberapa perusahaan konstruksi dan beberapa usaha lain. Pada pilkada Prabumulih, Arlan berpasangan dengan Franky Nasril, seorang profesional dengan latar belakang yang kuat di bidang teknologi informasi dan manajemen.
Total harta kekayaan Arlan yang dilaporkan 13 Agustus 2024 sebesar Rp17.002.737.046. Harta itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp5.871.750.000. Rinciannya, 5 tanah dan bangunan, juga 13 bidang tanah di Prabumulih dan Ogan Ilir.
Kemudian, untuk alat transportasi dan mesin nilainya mencapai Rp4.921.000.000. Terdiri dari 8 mobil dan 3 motor, serta 1 bulldozer. Selanjutnya, harga bergerak lainnya senilai Rp202.000.000, serta kas dan setara kas Rp8.007.987.046. Arlan tercatat memiliki utang sebesar Rp2.000.000.000.
1 unit mobil Mitsubishi Colt Diesel FE74HDV (4x2) M/T, 4 unit mobil Hino FM8JW1A-EGJ, 1 unit mobil Hino FM8J61D-EGJ Tronton (6x4), 2 unit mobil Mitsubishi Triton (tipe 2.4L DC Exceed dan 2.4L DC GLS).
Mobil-mobil itu berkebalikan dengan kendaraan yang diduga dibawa oleh sang anak ke sekolah. Tidak ada mobil harian atau untuk kendaraan penumpang, seperti sedan, SUV, atau MPV.
Permintaan Maaf Arlan
Setelah viral di media sosial, Wali Kota Prabumulih Arlan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi pasca mutasi Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih Roni Ardiansyah. Mutasi disinyalir gara-gara menegur anak Arlan membawa mobil ke sekolah.
Tak hanya Roni, pemerintah setempat juga memberhentikan penjaga sekolah Ageng Winoto. Ageng dituduh membentak anak Arlan saat memarkirkan mobilnya di halaman sekolah.
Arlan mengklarifikasi pencopotan Roni sebagai Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih Roni dan penjaga sekolah. Dia menegaskan keduanya masih akan mengabdi dan bekerja seperti biasa di sekolah tersebut.
"Saya sebagai Wali Kota Prabumulih, meminta maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat Prabumulih. Berita-berita yang beredar bahwa Pak Roni sudah diganti atau dipindahkan itu hoaks. Beliau masih bekerja seperti biasa sebagai Kepala SMP Negeri 1," kata Wali Kota Prabumulih Arlan seperti dalam video yang beredar di media sosial yang dilihat merdeka.com, Rabu (17/9).
Roni membantah isu pencopotan dan mutasi dikarenakan teguran terhadap anaknya yang membawa mobil. Menurutnya, sang anak selama ini tidak pernah membawa mobil ke sekolah melainkan diantar.
"Terkait anak saya yang membawa mobil ke sekolah, itu adalah hoaks karena anak saya diantar. Kalau ini menjadi suatu kesalahan, saya sebagai Walikota Prabumulih meminta maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat," kata Arlan.
Arlan mengatakan, dirinya memanggil Roni karena adanya kasus yang terjadi di sekolah itu yakni adanya chat mesum guru kepada siswinya. Guru tersebut sudah dimutasi sepekan lalu.
"Itu berita hoaks, saya belum memindahkan, baru menegur pak Roni karena di sekolahan itu ada masalah kasus yang membuat anak tidak betah di situ," kata Arlan.
Kepala SMPN 1 Prabumulih Kembali Bertugas
Roni Ardiansyah kembali diposisikan sebagai Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, Sumatera Selatan, setelah viral dimutasi gara-gara menegur anak kepala daerah setempat membawa mobil sendiri ke sekolah. Roni pun disambut sukacita oleh ratusan anak didiknya.
Penyambutan Roni saat tiba di SMP Negeri 1 Prabumulih diwarnai dengan kebahagian siswa. Mereka berbaris di halaman sekolah menyambut sosok yang mereka hormati.
Momen tersebut diunggah akun Instagram @prabumulihinsta hingga menjadi viral. Nampak sambutan meriah para siswa dan kolega Roni sesama guru meluapkan emosi senangnya melihat kendaraan yang ditumpangi Roni masuk ke sekolah.
Video tersebut direkam pagi hari ini setelah ada keputusan dari Wali Kota dalam meralat informasi yang beredar mengenai pencopotan Roni. Para siswa yang datang ke sekolah mengenakan pakaian batik telah menunggu lebih dulu kedatangan dari Roni sambil bertepuk tangan girang.
Para siswa tak menduga kepala sekolah yang sebelumnya sudah melakukan serah terima jabatan untuk diganti dapat kembali memimpin SMP Negeri 1 Prabumulih.
"Tuhan sudah menaikkan derajat Pak Roni dan pak satpam di mata masyarakat melebihi seorang pejabat. Semoga tetap menebar kebaikan," tulis akun @bob_permana seperti dilihat merdeka.com, Rabu (17/9).
Dalam video, Roni turun dari mobil diikuti seorang pria yang diduga satpam sekolah mendapat apresiasi para siswa. Mereka berebut untuk bersalaman dengan sang kepala sekolah yang baru saja tiba.
"Dalam setiap perjalanan yang baik akan selalu menemukan jalannya menuju kemenangan. Bukan karena lebih kuat, tapi karena kebaikan yang abadi, meninggalkan jejak dan mengangkat derajat," tulis akun @bagusrdan_13.
Diberitakan sebelumnya, warganet dihebohkan dengan pencopotan secara mendadak Roni Ardiansyah sebagai Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, diduga usai menegur anak kepala daerah setempat bawa mobil sendiri ke sekolah.
Pencopotan mendadak tersebut sontak membuat para siswa tak bisa menerimanya. Alhasil, prosesi perpisahan Roni di sekolah yang dipimpinnya dihiasi tangus haru anak didik, Senin (15/9).
Kejadian ini pun viral di media sosial setelah sejumlah akun memposting video momen perpisahan terjadi. Nampak Roni dikerumuni para siswa untuk mencium tangan.
Para siswa tak mampu menahan air mata karena harus berpisah dengan kepsek yang dihormati. Sama halnya dengan guru-guru yang berbaris di belakangnya.
Roni dicopot dari jabatannya itu diduga akibat pernah menegur anak Walikota Prabumulih membawa mobil ke sekolah. Ceritanya, Roni menegur agar siswa yang baru berusia 13 tahun itu tidak memarkirkan mobil di halaman sekolah karena akan mengganggu kegiatan dan terjadi keenjangan sosial.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabumulih A Darmadi membantah pencopotan Roni Ardiansyah lantaran menegur anak kepala daerah membawa mobil sendiri ke sekolah.
"Tidak benar bahwa alasan mutasi karena anak wali kota," kata Darmadi.
Menurut dia, banyak hal yang melatarbelakangi mutasi jabatan dengan berbagai pertimbangan dan tujuan. Yakni memberikan penyegaran di lingkungan SMP Negeri 1 Prabumulih untuk mempercepat program-program Wali Kota dan Wakil
Wali Kota khususnya bidang pendidikan. Tujuan lain meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antar guru di sekolah tersebut.
"Di samping itu dia telah menjabat kepsek SMP Negeri 1 sepuluh tahun, lebih dari dua periode," kata Darmadi.