Warganet dihebohkan dengan pencopotan secara mendadak Roni Ardiansyah sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Prabumulih, Sumatera Selatan. Pencopotan disinyalir usai Roni menegur anak kepala daerah setempat bawa mobil sendiri ke sekolah.
Pencopotan mendadak tersebut sontak membuat para siswa tak bisa menerimanya. Alhasil, prosesi perpisahan Roni di sekolah yang dipimpinnya dihiasi tangus haru anak didik, Senin (15/9).
Kejadian ini pun viral di media sosial setelah sejumlah akun memposting video momen perpisahan terjadi. Nampak Roni dikerumuni para siswa untuk mencium tangan.
Para siswa tak mampu menahan air mata karena harus berpisah dengan kepsek yang dihormati. Sama halnya dengan guru-guru yang berbaris di belakangnya.
Advertisement
Penjelasan Disdikbus Prabumulih
Roni dicopot dari jabatannya itu diduga akibat pernah menegur anak Wali Kota Prabumulih membawa mobil ke sekolah.
Ceritanya, Roni menegur agar siswa yang baru berusia 13 tahun itu tidak memarkirkan mobil di halaman sekolah karena akan mengganggu kegiatan dan terjadi keenjangan sosial.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabumulih A Darmadi membantah pencopotan Roni Ardiansyah lantaran menegur anak kepala daerah membawa mobil sendiri ke sekolah.
"Tidak benar bahwa alasan mutasi karena anak wali kota," kata Darmadi.
Menurut dia, banyak hal yang melatarbelakangi mutasi jabatan dengan berbagai pertimbangan dan tujuan. Yakni memberikan penyegaran di lingkungan SMP Negeri 1 Prabumulih untuk mempercepat program-program Wali Kota dan Wakil Wali Kota khususnya bidang pendidikan. Tujuan lain meningkatkan kerja sama dan kolaborasi antar guru di sekolah tersebut.
"Di samping itu dia menjabat kepsek SMP Negeri 1 sudah sepuluh tahun, lebih dari dua periode," kata Darmadi.